Jakarta (Humas Kankemenag Jakarta Utara) — Tim kolaboratif Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Utara bersama Tim Falakiyah Pondok Pesantren Al Hidayah melaksanakan pemantauan hilal (rukyatul hilal) guna menentukan awal Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Jami Al Musari’in Basmol, Selasa (17/02/2026).
Kegiatan tersebut dibersamai Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Utara, Mawardi Abdul Gani. Dalam arahannya, Mawardi menjelaskan bahwa penentuan awal bulan Ramadan dalam ajaran Islam dapat dilakukan melalui metode rukyat, yakni pengamatan langsung hilal, maupun hisab, yaitu perhitungan astronomis untuk menentukan posisi bulan pada kalender Hijriah.
“Hari ini kita mendampingi komponen masyarakat untuk menentukan rukyatul hilal di tanggal 28 Sya’ban, karena dalam bulan Islam, kalau tidak 29 itu 30 hari,” ujar Mawardi.
Sejumlah perangkat pengamatan disiapkan sejak pukul 15.00 WIB untuk membidik posisi bulan berdasarkan data hisab yang telah dihitung sebelumnya oleh tim ahli. Ia menjelaskan, apabila pada tanggal 28 Sya’ban hilal terlihat, maka keesokan harinya dapat ditetapkan sebagai 1 Ramadan.
“Namun dari hasil pantauan kita tadi, hilal masih di bawah ufuk, sehingga bisa digenapkan. Oleh karena itu dari hasil rukyat tadi insya Allah kita akan mulai berpuasa pada hari Kamis,” tambahnya.
Terkait penetapan 1 Ramadan oleh Muhammadiyah yang menetapkan lebih awal, Mawardi mengajak umat untuk saling menghargai perbedaan metode dalam penentuan awal bulan Hijriah. Ia menegaskan bahwa perbedaan tersebut merupakan bagian dari khazanah fiqih dan ilmu falak.
“Walaupun pada akhirnya kita akan mematuhi sidang isbat yang dilakukan oleh bapak Menteri Agama dalam menentukan awal bulan Ramadan,” pungkas Mawardi.