Jakarta (Humas PAKIS DKI) — Pemerintah mulai mencairkan hibah honorarium bagi guru ngaji nonformal di DKI Jakarta sebagai bentuk perhatian terhadap peran mereka dalam pendidikan keagamaan, menjelang Idulfitri 1447 H, Senin (16/3/2026).
Program ini menyasar ribuan guru ngaji yang mengajar di berbagai lembaga pendidikan Al-Qur’an, seperti Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an (TKQ), Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), hingga Pendidikan Anak Usia Dini Al-Qur’an (PAUDQ) di seluruh wilayah DKI Jakarta.
Dari sekitar 7.000 guru ngaji yang diusulkan sebagai penerima, sebanyak kurang lebih 5.500 orang telah menerima bantuan tersebut. Sementara itu, sisanya masih dalam proses penyaluran secara bertahap.
Besaran honorarium yang diberikan mencapai sekitar Rp550 ribu per bulan. Nilai tersebut dinilai membantu meningkatkan kesejahteraan guru ngaji, yang sebelumnya banyak menerima insentif antara Rp100 ribu hingga Rp200 ribu per bulan, bahkan sebagian mengajar secara sukarela.
Ketua Forum Komunikasi Pendidikan Al-Qur’an DKI Jakarta, Mustofa, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam realisasi program tersebut, “Nilai ini mungkin terlihat kecil, tetapi bagi para guru ngaji sangat berarti. Mereka selama ini mengajar dengan penuh keikhlasan demi membina generasi muda agar mencintai Al-Qur’an,” ujarnya.
Ia juga berharap cakupan penerima hibah dapat diperluas sehingga seluruh guru ngaji nonformal di DKI Jakarta dapat memperoleh manfaat. Selain itu, peningkatan nominal bantuan dinilai penting untuk mendukung kesejahteraan para pengajar ke depan.
Pencairan hibah honorarium ini menjadi salah satu langkah konkret pemerintah dalam mendukung peran strategis guru ngaji dalam membangun karakter generasi bangsa melalui pendidikan Al-Qur’an.
Menjelang Idulfitri, bantuan tersebut turut memberikan dampak positif bagi para penerima, yang dapat menyambut hari raya dengan rasa syukur atas perhatian yang diberikan pemerintah.