Berita

Hari Kedua Program Sister School MAN 4 Jakarta dan Kunori Gakuen Perkenalkan Ragam Budaya dan Toleransi Indonesia

Sabtu, 15 November 2025
Dibaca 132 kali
blog

Jakarta (Humas MAN 4 Jakarta) — Program Sister School antara MAN 4 Jakarta Selatan dan Kunori Gakuen School Japan memasuki hari kedua pada Kamis (13/11/2025). Para murid Kunori Gakuen bersama siswa dan guru MAN 4 Jakarta Selatan mengunjungi sejumlah lokasi bersejarah di Jakarta untuk mengenal budaya, sejarah, serta keragaman Indonesia secara langsung. Sejak pagi, rombongan terlihat sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

 

Perjalanan dimulai dari Museum Wayang di kawasan Kota Tua Jakarta. Di tempat ini, peserta mendapat penjelasan mengenai sejarah wayang dari berbagai daerah, mulai dari wayang kulit, wayang golek, hingga wayang beber. Mereka juga mempelajari nilai filosofis yang terkandung dalam pertunjukan wayang sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

 

Peserta kemudian diajak mengikuti kegiatan painting wayang, sebuah aktivitas yang menjadi pengalaman baru bagi murid Kunori Gakuen. Mereka mewarnai pola wayang menggunakan cat yang telah disediakan, sambil berinteraksi hangat dengan siswa MAN 4 Jakarta Selatan. Suasana kegiatan berlangsung akrab dan menyenangkan.

 

Penanggung jawab program menyampaikan rasa bahagia melihat semangat para peserta. “Sejak awal kedatangan mereka selalu tampak bahagia. Saya bangga dapat memperkenalkan budaya Indonesia secara langsung melalui kegiatan edukatif seperti ini,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa interaksi yang terjalin selama kegiatan menjadi bukti kuat manfaat program pertukaran budaya yang digagas madrasah.

 

Rombongan melanjutkan perjalanan ke Masjid Istiqlal, masjid terbesar di Indonesia. Di sana, peserta dikenalkan pada sejarah perkembangan Islam di Jakarta serta makna pembangunan Istiqlal sebagai ikon toleransi nasional. Para murid Kunori Gakuen tampak terkesan dengan arsitektur megah masjid dan nilai keberagamaan masyarakat Indonesia yang tercermin di dalamnya.

 

Kunjungan berlanjut ke Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral Jakarta. Peserta dijelaskan bahwa terowongan ini menjadi simbol kuat kolaborasi dan toleransi antarumat beragama di Indonesia. Banyak dari mereka mengungkapkan kekagumannya melihat bagaimana dua rumah ibadah besar berdiri berdampingan secara harmonis.

 

Setibanya di Gereja Katedral, peserta kembali mendapatkan penjelasan mengenai sejarah gereja tersebut dan peranannya bagi umat Katolik di Jakarta. Mereka menyaksikan langsung bagaimana masyarakat Indonesia menjaga kerukunan tanpa memandang perbedaan agama. Salah satu peserta menyampaikan bahwa kunjungan ini membuatnya memahami lebih dalam nilai toleransi yang dijunjung tinggi di Indonesia.

 

Perjalanan budaya hari itu ditutup dengan menikmati hidangan khas Sunda. Para murid Kunori Gakuen tampak menikmati sajian tradisional seperti lalapan, pepes, dan sambal khas Sunda. Beberapa peserta bahkan mengungkapkan ketertarikan mereka terhadap cita rasa pedas makanan Indonesia.

 

Hari kedua program ini tidak hanya memperkenalkan kekayaan budaya dan sejarah Indonesia, tetapi juga mempererat hubungan persahabatan antara kedua sekolah. Melalui pengalaman langsung, peserta dari Kunori Gakuen mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai keberagaman dan toleransi di Indonesia. Program Sister School ini menjadi bukti nyata peran Kementerian Agama dalam mendorong pendidikan madrasah yang inklusif, terbuka secara global, dan berdampak positif bagi masyarakat.

  • Tags:  

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor