Berita

HAB ke-80, Kemenag Tegaskan Kerukunan sebagai Energi Pembangunan Bangsa

Selasa, 6 Januari 2026
Dibaca 89 kali
blog

Jakarta (Humas Kankemenag Kota Jakarta Barat) — Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju.” Tema tersebut menegaskan bahwa kerukunan umat beragama tidak hanya dimaknai sebagai ketiadaan konflik, tetapi menjadi energi kebangsaan yang mendorong kemajuan bangsa.

 

Hal itu disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Barat Saiful Amri saat membacakan sambutan Menteri Agama pada upacara peringatan HAB ke-80 di halaman Kantor Kemenag Kota Jakarta Barat, Sabtu (3/1/2026).

 

“Kerukunan adalah sinergi yang produktif, di mana perbedaan identitas, keyakinan, dan latar belakang sosial dirajut menjadi kekuatan kolaboratif untuk menggerakkan kemajuan bangsa,” ujar Saiful Amri.

 

Ia menegaskan bahwa selama 80 tahun perjalanan Kementerian Agama, lembaga ini terus berperan sebagai penjaga nalar keagamaan dalam bingkai kebangsaan. Peran tersebut kini semakin luas, mencakup peningkatan kualitas pendidikan agama dan keagamaan, penguatan kerukunan umat beragama, pemberdayaan ekonomi umat, serta memastikan agama hadir sebagai solusi atas persoalan sosial masyarakat.

 

Secara tidak langsung, Saiful menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2025 Kementerian Agama telah membangun fondasi program Kemenag Berdampak melalui kerja nyata yang manfaatnya mulai dirasakan masyarakat. Penguatan ekonomi umat dilakukan melalui pesantren serta optimalisasi pengelolaan zakat, wakaf, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lintas agama.

 

“Program-program tersebut tidak hanya mendorong kemandirian lembaga keagamaan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat secara umum,” ungkapnya.

 

Saiful menambahkan, seluruh kebijakan dan langkah Kementerian Agama harus menghadirkan manfaat nyata bagi umat, bukan sekadar bersifat administratif dan birokratis. Ia juga mengajak ASN Kemenag untuk merespons tantangan perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan, secara aktif dan bertanggung jawab.

 

“Kita harus memastikan kecerdasan buatan diwarnai nilai-nilai keagamaan yang moderat, sejuk, dan mencerahkan, agar menjadi alat pemersatu, bukan pemicu perpecahan,” katanya.

 

Menutup sambutannya, Saiful Amri mengajak seluruh ASN Kementerian Agama untuk menyatukan tekad dalam pengabdian yang berdampak, berlandaskan etika dan penguasaan teknologi, guna mengantarkan Indonesia menuju masa depan yang damai, maju, dan bermartabat.

  • Tags:  

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor