Berita

Guru MIN 5 Jakarta Tulis Artikel Inovasi Pembelajaran, Dorong Literasi dan Digitalisasi Madrasah

Rabu, 11 Maret 2026
Dibaca 862 kali
blog

Zaenal Arifin, Guru MIN 5 Jakarta

Jakarta (Humas Kankemenag Jakarta Utara) — Upaya peningkatan kualitas pendidikan madrasah terus dilakukan melalui penguatan budaya literasi di kalangan guru. Salah satunya ditunjukkan oleh Zaenal Arifin, guru MIN 5 Jakarta, yang aktif menulis artikel ilmiah di media nasional sebagai bagian dari pengembangan kompetensi pendidik. Artikel terbarunya dimuat pada Rabu (11/3/2026) di Koran Guru Madrasah, media literasi nasional bagi guru madrasah di seluruh Indonesia.

 

Zaenal Arifin dikenal sebagai penulis yang produktif dengan sejumlah karya berupa antologi, cerpen, hingga buku solo. Selain itu, ia juga aktif menulis artikel pendidikan di berbagai media cetak dan digital yang menjadi wadah berbagi gagasan, inovasi pembelajaran, serta pengembangan keilmuan bagi tenaga pendidik di lingkungan madrasah.

 

Pada edisi terbaru Koran Guru Madrasah, Zaenal menulis artikel berjudul Pengenalan Dasar Pemanfaatan Minicraft dalam Pembelajaran Berbasis Game Based Learning di Madrasah Ibtidaiyah. Tulisan tersebut membahas pemanfaatan media digital dalam proses pembelajaran sebagai upaya meningkatkan keterlibatan peserta didik di era teknologi, “Alhamdulillah, artikel saya yang terbaru, edisi XVII di Koran Guru Madrasah dimuat di halaman 4 dan 5,” ujar Zaenal kepada tim Humas.

 

Ia menjelaskan bahwa artikel tersebut disusun dalam waktu tiga hari di sela-sela aktivitas mengajar. Menurutnya, penulisan dilakukan untuk memberikan referensi kepada guru madrasah agar dapat menerapkan metode pembelajaran yang lebih inovatif dan sesuai dengan perkembangan zaman, “Artikel ini saya tulis di waktu luang setelah mengajar, dengan harapan dapat membantu para pendidik menyampaikan materi pelajaran dengan lebih mudah dan tidak tertinggal di era digital,” katanya.

 

Dalam tulisannya, Zaenal memaparkan konsep Game Based Learning sebagai pendekatan pembelajaran yang menggunakan permainan sebagai media utama untuk mencapai tujuan pendidikan. Ia menjelaskan bahwa metode tersebut tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi dirancang untuk meningkatkan pemahaman konsep, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta keterampilan memecahkan masalah, “Pendekatan ini sangat sesuai diterapkan di Madrasah Ibtidaiyah karena mampu meningkatkan motivasi belajar dan keterlibatan aktif peserta didik,” jelasnya.

 

Selain itu, ia juga memperkenalkan pemanfaatan permainan virtual Minicraft sebagai media pembelajaran yang bersifat terbuka dan fleksibel. Menurutnya, media tersebut dapat disesuaikan dengan berbagai kebutuhan pembelajaran karena memungkinkan peserta didik membangun, mengeksplorasi, dan menyelesaikan tantangan dalam lingkungan digital, “Minicraft merupakan permainan berbasis dunia virtual yang memungkinkan pemain membangun dan mengeksplorasi berbagai objek menggunakan balok-balok digital,” terangnya.

 

Zaenal menambahkan bahwa penggunaan media digital tersebut dapat diintegrasikan ke berbagai mata pelajaran di Madrasah Ibtidaiyah, seperti Matematika, IPA, IPS, maupun Pendidikan Agama Islam. Ia berharap inovasi pembelajaran yang ditulisnya dapat menjadi referensi bagi guru madrasah dalam meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.

 

Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Utara menyambut baik produktivitas guru dalam bidang literasi dan inovasi pembelajaran. Kegiatan menulis di media nasional dinilai menjadi bagian dari penguatan kompetensi guru serta mendukung program peningkatan mutu pendidikan madrasah, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh peserta didik dan masyarakat.

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor