Berita

Dari Pulau Tidung, Dirjen Bimas Islam Tegaskan Penghulu dan Penyuluh Harus Jadi Ujung Tombak Pelayanan Umat

Senin, 11 Mei 2026
Dibaca 1,367 kali
blog

Pulau Tidung (Humas Kemenag Kepulauan Seribu) — Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Abu Rokhmad, memberikan pembinaan kepada penghulu, penyuluh agama Islam, dan pegawai Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kepulauan Seribu di Aula KUA Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Pulau Tidung, Senin (11/5/2026).

 

Kegiatan pembinaan tersebut merupakan bagian dari kunjungan kerja Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI ke wilayah Kepulauan Seribu. Turut hadir Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Seribu, Achmad Mastur, beserta jajaran penghulu, penyuluh agama Islam, dan pegawai KUA.

 

Dalam arahannya, Abu Rokhmad menekankan pentingnya membangun semangat kerja dan rasa syukur dalam menjalankan tugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya bagi penghulu dan penyuluh agama yang berada di garis terdepan pelayanan masyarakat.

 

“Menikmati pekerjaan sebagai ASN itu penting. Kalau pekerjaan dijalani dengan rasa syukur dan semangat, maka pelayanan kepada masyarakat juga akan semakin baik,” ujar Abu Rokhmad.

 

Ia juga mengajak para penghulu dan penyuluh agama untuk memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak serta menghadirkan transformasi pelayanan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

 

“Penghulu dan penyuluh harus memperkuat kolaborasi, membangun komunikasi dengan berbagai stakeholder, dan menghadirkan perubahan-perubahan kecil yang bermanfaat bagi masyarakat. Dari perubahan kecil itulah lahir pelayanan yang besar manfaatnya,” tegasnya.

 

Menurut Abu Rokhmad, penghulu dan penyuluh agama memiliki peran strategis dalam menjaga ketenteraman masyarakat, memperkuat moderasi beragama, serta menjadi wajah pelayanan Kementerian Agama di tengah masyarakat.

 

“Penghulu dan penyuluh adalah ujung tombak pelayanan keagamaan. Karena itu, kehadiran mereka harus benar-benar dirasakan masyarakat, bukan hanya hadir secara administratif, tetapi juga hadir memberikan solusi dan pendampingan,” katanya.

 

Sementara itu, Kasubdit Sarana dan Prasarana KUA Kementerian Agama RI, Junaidi, menegaskan pentingnya pelaksanaan Gerakan Jumat KUA Bersih, Indah, Aman, dan Asri (BERKAH) secara konsisten di seluruh lingkungan KUA.

 

“KUA harus menjadi tempat pelayanan yang nyaman, bersih, aman, dan ramah bagi masyarakat. Gerakan Jumat KUA Bersih, Indah, Aman, dan Asri harus terus dijalankan agar budaya pelayanan yang baik semakin tumbuh,” ujarnya.

 

Kegiatan pembinaan ini menjadi bagian dari penguatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan Kementerian Agama dalam meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan bagi masyarakat di wilayah kepulauan. Selain sesi pembinaan dan pengarahan, kegiatan juga menjadi momentum mempererat koordinasi dan sinergi antara Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Seribu.

  • Tags:  

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor