Berita

Workshop KBC, Mursidih Beberkan Makna Panca Cinta Kemenag

Senin, 29 Desember 2025
Dibaca 35 kali
blog

Kurikulum berbasis cinta

Jakarta (Humas Kankemenag Jakarta Utara) — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta terus mendorong penguatan pendidikan karakter dan kepedulian lingkungan melalui implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan ekoteologi di madrasah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Workshop “Menumbuhkan Cinta Merawat Semesta: Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Ekoteologi” yang digelar di MIS Al-Muzayyanah, Cilincing, Jakarta Utara, Senin (29/12/2025).

 

Kegiatan yang dihadiri perwakilan Kankemenag Jakarta Utara ini diikuti 30 peserta yang terdiri atas kepala madrasah dan guru bidang kurikulum Madrasah Ibtidaiyyah di bawah koordinasi KKMI Cilincing 2. Workshop ini bertujuan membekali pendidik madrasah dengan pemahaman dan keterampilan menanamkan nilai kasih sayang, moderasi beragama, serta kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.

 

Kepala Subbagian Tata Usaha Kankemenag Jakarta Utara, Mursidih, menjelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta yang digagas Kementerian Agama berangkat dari nilai Panca Cinta Kemenag. Ia mengatakan pendidikan tidak cukup hanya menekankan aspek kognitif, tetapi harus menyentuh dimensi afektif dan spiritual peserta didik. “Tujuannya adalah pendidikan yang menyentuh hati, menumbuhkan empati, moderasi beragama, dan kesadaran ekologis,” ujarnya.

 

Mursidih menambahkan bahwa Panca Cinta Kemenag mencakup cinta kepada Tuhan dan Rasul, cinta kepada diri dan sesama, cinta kepada ilmu pengetahuan, cinta kepada lingkungan, serta cinta kepada tanah air. Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi ruh kurikulum untuk membentuk peserta didik yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia, sekaligus peduli terhadap semesta.

 

Sementara itu, Ketua KKMI Cilincing 2, Ahmad Faisal, mengatakan workshop ini merupakan bagian dari program pemberdayaan KKG, MGMP, KKMI, dan Pokjawas Tahun Anggaran 2025 dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam. Ia menjelaskan kegiatan berlangsung selama lima hari, dengan pola dua hari daring dan tiga hari luring di MI Al-Muzayyanah.

 

Faisal menyampaikan bahwa para peserta mendapatkan penguatan keprofesionalan dari widyaiswara Balai Diklat Keagamaan Jakarta. Materi yang diberikan meliputi komitmen pembelajaran, manajemen madrasah, pengelolaan sumber daya, supervisi pendidik dan tenaga kependidikan, serta pengembangan madrasah berbasis Kurikulum Berbasis Cinta dan ekoteologi.

 

Menurut Faisal, program ini diharapkan mampu mengubah praktik pendidikan dari rutinitas administratif menuju esensi pembentukan karakter. Ia menilai dukungan Kanwil Kemenag DKI Jakarta melalui peningkatan kapasitas pendidik madrasah memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam menyiapkan generasi yang mencintai Tuhan, sesama, ilmu, lingkungan, dan bangsa.

 

Workshop ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Kanwil Kemenag DKI Jakarta dalam meningkatkan mutu pendidikan madrasah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkontribusi nyata dalam membangun masyarakat yang berkarakter dan peduli terhadap keberlanjutan lingkungan.

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor