Jakarta (Humas MAN 6 Jakarta) — Ajang Kompetisi Dai-Daiyah Masa Depan Jakarta yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan One News serta didukung Bank Jakarta dan Baznas Bazis Jakarta menjadi wadah pembinaan generasi muda dalam mengembangkan kemampuan dakwah dan komunikasi publik. Kegiatan tersebut diikuti pelajar SMA, SMK, dan MA se-DKI Jakarta, termasuk dari madrasah di bawah naungan Kementerian Agama.
Kompetisi diikuti lebih dari 200 peserta dari berbagai sekolah negeri dan swasta di Jakarta. Setelah melalui tahap audisi, panitia menetapkan 97 peserta sebagai finalis, kemudian diseleksi kembali hingga tersisa 12 peserta terbaik yang melaju ke babak grand final untuk menentukan tiga terbaik kategori putra dan tiga terbaik kategori putri.
Para finalis berasal dari 55 sekolah yang tersebar di wilayah DKI Jakarta. Dewan juri melakukan penilaian berdasarkan kemampuan retorika, penguasaan materi dakwah, penyampaian pesan moral, serta kemampuan peserta dalam menyampaikan dakwah yang relevan dengan kehidupan masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan dai dan daiyah muda yang memiliki kemampuan komunikasi sekaligus pemahaman keagamaan yang baik.
Pada kompetisi tersebut, salah satu siswi MAN 6 Jakarta berhasil meraih juara kedua kategori putri. Prestasi tersebut menjadi hasil dari pembinaan yang dilakukan madrasah dalam mengembangkan potensi peserta didik, khususnya di bidang keagamaan dan komunikasi dakwah.
Penyerahan piala kepada para pemenang dilakukan langsung oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi terhadap semangat generasi muda yang mengikuti kompetisi dai-daiyah.
“Sangat mengapresiasi semangat para remaja yang mengikuti kompetisi dai-daiyah ini. Hal ini menunjukkan antusiasme untuk terus maju dalam belajar berdakwah dan berkontribusi kepada masyarakat melalui pesan-pesan kebaikan,” ujar Rano Karno.
Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya mampu berbicara di depan publik, tetapi juga memiliki kedalaman ilmu dan akhlak yang baik. Menurutnya, dakwah yang disampaikan generasi muda memiliki peran penting dalam membangun masyarakat yang berkarakter.
Wakil Kepala Bidang Kesiswaan MAN 6 Jakarta, Hesty Noviastuti, yang turut mendampingi peserta, mengatakan bahwa kompetisi tersebut menjadi sarana pembelajaran bagi pelajar untuk mengasah kemampuan berbicara dan memperdalam wawasan keagamaan. Ia menyampaikan bahwa madrasah terus mendorong siswa untuk mengikuti kegiatan yang dapat meningkatkan kompetensi diri.
“Ajang Dai-Daiyah Masa Depan Jakarta menjadi kegiatan yang mencerahkan dan memotivasi pelajar. Mereka tidak hanya belajar retorika, tetapi juga memperluas wawasan dalam berdakwah,” ujar Hesty.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan siswi MAN 6 Jakarta meraih juara merupakan hasil dari pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan di madrasah. “Alhamdulillah salah satu peserta MAN 6 berhasil menjadi juara kedua putri. Kami berharap prestasi ini dapat memotivasi siswa lain untuk terus mengembangkan potensi diri,” tuturnya.
Melalui berbagai kegiatan pembinaan dan partisipasi dalam kompetisi, madrasah di bawah Kementerian Agama terus menunjukkan peran dalam mencetak generasi muda yang berprestasi, berakhlak, dan mampu berkontribusi di tengah masyarakat. Prestasi yang diraih peserta didik diharapkan memberikan dampak positif bagi lingkungan pendidikan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan madrasah.