Jakarta (Humas MIN 9 Jakarta Selatan) — Dua siswa kelas VI MIN 9 Jakarta Selatan, Allam Badi’ Bratajaya dan Andrianto Wisnu Lestyono, menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Kompetisi Sains Siswa Muslim Indonesia 2026. Keduanya berhasil meraih penghargaan Honorable Mention bidang Robotik pada babak final tingkat nasional yang digelar di Telkom University, 9–10 Mei 2026.
KoSSMI 2026 merupakan kompetisi sains tingkat nasional bagi siswa muslim Indonesia yang mempertandingkan berbagai bidang, seperti Matematika, IPA, IPS, Informatika, Astronomi, hingga Robotik. Ajang ini diikuti ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan dilaksanakan secara bertahap mulai tingkat kota/kabupaten, provinsi, hingga final nasional.
Perjalanan Allam dan Wisnu menuju final nasional tidak berlangsung mudah. Keduanya memulai kompetisi sejak tahap penyisihan tingkat kota pada Februari 2026. Berkat kemampuan, ketekunan, dan kerja sama yang baik, mereka berhasil melaju hingga tingkat provinsi dan akhirnya lolos ke babak final nasional.
Pada cabang Robotik, peserta dituntut memiliki kemampuan berpikir logis, kreatif, dan terampil dalam pemrograman. Sejak tahap awal hingga final, peserta harus menyelesaikan berbagai tantangan coding. Pada babak final, Allam dan Wisnu diuji melakukan pengkodean menggunakan robot Leanbot untuk menyelesaikan misi yang diberikan panitia.
Di tengah suasana pasca-Asesmen Madrasah yang biasanya dimanfaatkan siswa untuk beristirahat, Allam dan Wisnu tetap menunjukkan semangat belajar tinggi. Keduanya rutin mengikuti latihan dan mempersiapkan kemampuan coding sepulang sekolah demi menghadapi kompetisi nasional tersebut.
Penanggung jawab ekstrakurikuler robotik MIN 9 Jakarta Selatan, Nuning Setyawati, mengungkapkan rasa bangga atas perjuangan kedua siswanya. Menurutnya, Allam dan Wisnu menunjukkan dedikasi dan semangat pantang menyerah selama proses persiapan hingga final nasional.
“Alhamdulillah, saya sangat bangga dengan perjuangan Allam dan Wisnu. Mereka sangat tekun belajar dan tidak mudah menyerah meskipun tantangan di bidang robotik cukup sulit. Prestasi ini menjadi pengalaman berharga dan motivasi besar bagi siswa lainnya untuk berani mencoba dan terus berkembang,” ujar Nuning Setyawati.
Kepala MIN 9 Jakarta Selatan, Nony Priany, turut memberikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menilai keberhasilan siswa madrasah menembus final nasional KoSSMI menjadi bukti bahwa siswa madrasah mampu bersaing dan berprestasi di bidang sains dan teknologi.
“Prestasi ini sangat membanggakan bagi keluarga besar MIN 9 Jakarta Selatan. Tidak hanya berhasil mencapai final nasional, tetapi Allam dan Wisnu juga menunjukkan semangat belajar, kerja sama, dan karakter yang luar biasa. Semoga pencapaian ini menjadi inspirasi bagi seluruh siswa untuk terus berprestasi dalam berbagai bidang,” tutur Nony Priany.
Sementara itu, Allam dan Wisnu mengaku bersyukur dapat mengikuti kompetisi tingkat nasional tersebut. Meski sempat merasa gugup saat menghadapi tantangan final, keduanya berusaha tetap fokus dan percaya diri saat menyelesaikan misi robotik yang diberikan.
“Kami senang sekali bisa sampai ke final nasional dan mendapatkan Honorable Mention. Awalnya kami merasa tegang karena harus coding langsung menggunakan Leanbot, tetapi kami mencoba tetap tenang dan bekerja sama dengan baik. Terima kasih kepada orang tua, guru, dan sekolah yang selalu mendukung kami,” ungkap keduanya.
Prestasi yang diraih Allam Badi’ Bratajaya dan Andrianto Wisnu Lestyono menjadi bukti bahwa semangat belajar, disiplin, dan keberanian mencoba hal baru mampu membawa siswa madrasah meraih prestasi di tingkat nasional. Capaian ini sekaligus memperkuat komitmen MIN 9 Jakarta Selatan dalam mendorong pengembangan potensi siswa di bidang sains dan teknologi.