Jakarta (Humas MIN 9) --- Atlet-atlet Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 9 Jakarta Selatan menorehkan prestasi membanggakan dalam Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional Piala IPSI DKI Jakarta 2025. Dalam ajang yang berlangsung pada 21–24 Desember 2025 di GOR Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, para pesilat cilik tersebut berhasil meraih total 21 medal, yakni 9 medali emas, 8 perak, dan 4 perunggu.
Pada kategori Usia Dini 1, atlet MIN 9 Jakarta Selatan menyumbang 6 emas dan 5 perak. Medali emas diraih Akilla Septiana Qirani, Maysha Zalwa Hanaya, Farah Lutfiah Salmah, Hana Lailatul Mumtazah Kelikulat di nomor tanding, serta Aqilla Humaira Azzahra dan Shafura Salsabila di nomor tunggal. Sementara medali perak diraih Kareema Jennahara Zaen, Naura Kanzia Rahman, Fitri Ramadhani Suyadi, Maharah Aisha Ulya, dan Syfa Ayla Sari.
Sementara itu, pada kategori Usia Dini 2, para atlet kembali menunjukkan performa solid dengan meraih 3 emas, 3 perak, dan 4 perunggu. Medali emas disumbangkan oleh Allishba Azzahra Ilham, Silvia Sasikirana Zahra, dan Janeeta Syakira Mulya. Medali perak diraih Aldric Cavalaero Jamil, Syabila Sasikirana Djauhar, Ahmad Dipo Sinugroho, serta Sulthan Athar Rasydan. Adapun medali perunggu diraih Akhtar Adiansyah Hermawan, Gibran Dunis Naracasta, Zahra Nur Lathifah, dan Atika Rahayu.
Penanggung jawab kegiatan, Siti Aisyah, menyebutkan bahwa capaian tersebut merupakan hasil pembinaan yang konsisten dan dukungan banyak pihak. “Prestasi ini adalah buah dari latihan yang berkelanjutan, peran orang tua, serta semangat anak-anak dalam berkompetisi,” ujarnya.
Sedangkan Pelatih tim pencak silat MIN 9 Jakarta Selatan, Syarif Hidayatulloh, menilai mental bertanding menjadi faktor kunci keberhasilan para atlet. “Mereka bertanding dengan disiplin, sportivitas, dan mental yang kuat. Ini modal penting untuk naik ke level yang lebih tinggi,” katanya.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Madrasah MIN 9 Jakarta Selatan, Nony Priyani. Menurutnya, prestasi tersebut tidak hanya mengharumkan nama madrasah, tetapi juga menjadi inspirasi bagi siswa lainnya. “Ini bukti bahwa madrasah mampu mencetak prestasi di bidang nonakademik sekaligus menanamkan nilai karakter dan kedisiplinan,” ujarnya.
Salah satu peraih medali perunggu, Zahra Nur Lathifah, mengaku bangga dapat membawa pulang medali untuk sekolahnya. “Saya senang bisa ikut kejuaraan ini. Terima kasih untuk pelatih, guru, dan orang tua yang selalu mendukung,” pungkasnya.