Jakarta [Humas Kankemenag Jakarta Utara] --- Perayaan Tri Suci Waisak 2570 BE Tahun 2026 di Vihara Arya Dwipa Arama TMII berlangsung khidmat penuh makna. Ribuan umat Buddha dari berbagai penjuru melakukan kegiatan keagamaan dari puja bakti, fangsen sampai dengan pradaksina. Ahad, [31/5/2026].
Seperti yang disampaikan oleh Penyelenggara Buddha Kankemenag Kota Jakarta Utara Mugiyanto, puja bakti Waisak adalah ibadah (membaca suta yang ada di dalam Dhammapada) yang dilakukan umat Buddha untuk memperingati Hari Raya Tri Suci Waisak yang mencakup pembacaan paritta, pariwara (doa), meditasi, serta persembahan batin untuk mengenang tiga peristiwa penting.
"Kelahiran Pangeran Siddhartha, pencapaian pencerahan agung, dan wafatnya Sang Buddha (Parinibbana)," katanya kepada tim Humas usai acara di Vihara.
Mugiyanto juga menuturkan, selepas acara pembukaan oleh para tokoh agama Buddha, umat diajak untuk menyaksikan prosesi Fangsen, sebuah ritual atau tradisi Buddhis tradisional yang dilakukan dengan melepaskan makhluk hidup (seperti burung, ikan, atau kura-kura) kembali ke alam bebas.
"Hari ini yang kami bebaskan adalah kawanan burung. Praktik ini bertujuan untuk membebaskan hewan dari penderitaan atau ancaman pembunuhan, serta untuk mengembangkan sifat welas asih umat manusia," terang Mugiyanto.
Penyelenggara menambahkan, umat Buddha juga melakukan Pradaksina Waisak yaitu ritual berjalan kaki mengelilingi objek suci searah jarum jam sambil membaca doa atau paritta. Tradisi ini dilakukan sebagai wujud penghormatan, meditasi berjalan, dan sarana melenyapkan karma buruk.
"Kebetulan yang kita putari adalah rumah-rumah ibadah semua agama. Ini merupakan simbol betapa kami ingin mewujdkan harmoni dan saling menghargai. Selama Pradaksina, kami lantunkan doa-doa yang dipimpin oleh para rohaniawan," imbuhnya.
Penyelenggara berharap, peringatan Tri Suci Waisak menjadi sarana umat untuk selalu mawas diri, meningkatkan semangat untuk lebih berbahagia. "Selamat memperingati Hari Raya Waisak 2026! Mari jadikan momen suci ini sebagai refleksi untuk menumbuhkan cinta kasih, welas asih, dan kedamaian bagi seluruh umat manusia dan alam semesta," pungkasnya.