Berita

Penyuluh Agama Islam Kepulauan Seribu Selatan Jembatani Aspirasi Warga, Perkuat Sinergi dengan Stakeholder

Kamis, 22 Januari 2026
Dibaca 105 kali
blog

Pulau Tidung, Jakarta (Humas Kepulauan Seribu) -- Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan melaksanakan koordinasi dan silaturahmi dengan para pemangku kepentingan di Pulau Tidung, kegiatan ini melibatkan Camat Kepulauan Seribu Selatan Muhammad Nur, Bimaspol Pulau Tidung, serta tokoh masyarakat setempat sebagai bagian dari upaya bersama mendorong kemajuan dan kemaslahatan masyarakat Kepulauan Seribu Selatan, pada Kamis (22/1/2026).


Koordinasi ini menjadi bentuk nyata peran aktif Penyuluh Agama Islam dalam menjembatani aspirasi masyarakat dengan para stakeholder terkait, sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam menyikapi berbagai persoalan sosial dan keagamaan di wilayah Kepulauan Seribu Selatan.


Kegiatan koordinasi dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kepulauan Seribu Selatan, Nurcholis dan Hilmani, dengan menghimpun berbagai aspirasi dan permasalahan yang disampaikan langsung oleh tokoh masyarakat Pulau Tidung. Berbagai persoalan tersebut kemudian dirumuskan dan disampaikan kepada pihak kecamatan dalam suasana dialog yang terbuka, komunikatif, dan konstruktif.


Dalam pertemuan tersebut, Nurcholis menyampaikan bahwa tokoh masyarakat mengemukakan sejumlah persoalan krusial yang dihadapi warga, di antaranya tingginya angka perceraian, masih maraknya praktik pernikahan di bawah tangan, serta kendala dalam pengurusan pernikahan resmi bagi pasangan dengan latar belakang perceraian.


“Persoalan-persoalan ini bukan hanya masalah administrasi, tetapi berdampak langsung pada ketahanan keluarga dan stabilitas sosial masyarakat pulau. Karena itu, dibutuhkan sinergi semua pihak agar solusi yang dihadirkan bersifat komprehensif dan berkelanjutan,” ujar Nurcholis.


Menurutnya, pendekatan keagamaan yang persuasif perlu dibarengi dengan kemudahan layanan dan pendampingan yang berkelanjutan agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya pernikahan yang sah secara agama dan negara.


“Penyuluh hadir untuk memberikan edukasi, pendampingan, sekaligus menjembatani masyarakat dengan pihak-pihak terkait agar hak-hak warga dapat terpenuhi secara adil,” tambahnya.


Selain itu, Hilmani, salah satu Penyuluh Agama Islam, menyoroti keterbatasan transportasi antar pulau yang masih menjadi kendala utama mobilitas masyarakat. Kondisi tersebut berpengaruh pada berbagai urusan, mulai dari pelayanan pernikahan, konsultasi keagamaan, pendidikan, hingga aktivitas sosial lainnya.


“Karakteristik geografis Kepulauan Seribu membutuhkan perhatian khusus. Akses transportasi yang terbatas sering kali menjadi hambatan bagi masyarakat untuk memperoleh pelayanan publik secara optimal,” ungkap Hilmani.


Dalam kesempatan yang sama, koordinasi juga membahas kondisi sarana pendidikan di wilayah Kepulauan Seribu Selatan. 


Hilmani menyampaikan adanya ketimpangan fasilitas pendidikan, di mana sekolah-sekolah di Pulau Tidung dengan jumlah penduduk usia sekolah yang cukup besar masih menghadapi keterbatasan sarana, sementara terdapat fasilitas pendidikan di wilayah lain yang relatif memadai namun belum dimanfaatkan secara optimal.


“Persoalan pendidikan ini perlu menjadi perhatian bersama. Pemerataan sarana dan optimalisasi pemanfaatan fasilitas yang ada sangat penting demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia masyarakat pulau,” jelasnya.


Melalui kegiatan ini, Penyuluh Agama Islam menjalankan fungsi strategisnya di tengah masyarakat, yakni fungsi informatif dengan menyampaikan kondisi faktual di lapangan, fungsi edukatif melalui penguatan pemahaman keagamaan yang kontekstual, fungsi konsultatif dengan membuka ruang dialog, serta fungsi advokatif dengan menyuarakan kebutuhan masyarakat kepada para pemangku kepentingan.


Sementara itu, Camat Kepulauan Seribu Selatan Muhammad Nur bersama Bimaspol Pulau Tidung menyambut baik peran aktif Penyuluh Agama Islam dalam menyampaikan aspirasi masyarakat dan mendorong terbangunnya kolaborasi lintas sektor.


“Kami mengapresiasi peran penyuluh yang aktif turun ke masyarakat dan menjadi penghubung antara warga dengan pemerintah. Sinergi seperti ini sangat penting agar setiap persoalan dapat ditangani secara tepat dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Muhammad Nur.


Melalui koordinasi ini, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan menegaskan komitmennya untuk terus hadir secara aktif di tengah masyarakat, membangun komunikasi yang sehat antara warga dan stakeholder, serta mendorong terwujudnya kemajuan masyarakat Kepulauan Seribu Selatan yang berlandaskan nilai-nilai kemaslahatan bersama.

  • Tags:  

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor