Berita

MTsN 4 Jakarta Pertahankan Prestasi, Kakanwil Kemenag DKI: Terus Tingkatkan Standar Mutu

Kamis, 9 Juli 2026
Dibaca 32 kali
blog

Jakarta (Humas Kanwil Kemenag DKI Jakarta) — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Adib, mengapresiasi capaian prestasi MTsN 4 Jakarta Selatan yang terus menunjukkan kualitas sebagai salah satu madrasah unggulan di ibu kota. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan arahan sekaligus membuka Rapat Kerja MTsN 4 Jakarta Selatan Tahun Ajaran 2026/2027 bertema "Bersinergi Menguatkan Prestasi dan Meneguhkan Karakter Islami Menuju Madrasah Bermutu dan Mendunia".

 

Pada kesempatan tersebut, Kakanwil juga menyerahkan Surat Keputusan (SK) penyelenggaraan Islamic Boarding School (IBS) kepada Kepala MTsN 4 Jakarta Selatan, Chusniyati, sebagai bentuk penguatan layanan pendidikan berbasis asrama di lingkungan madrasah. Kamis, (09/07/2026)

 

Adib menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan atas berbagai prestasi yang berhasil diraih MTsN 4 Jakarta Selatan, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Menurutnya, keberhasilan madrasah meraih nilai tertinggi pada Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 di DKI Jakarta serta banyaknya lulusan yang diterima di Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) menjadi bukti nyata kualitas pembelajaran yang terus meningkat.

 

"Meraih prestasi itu tidak mudah, tetapi mempertahankan prestasi jauh lebih sulit. Karena itu seluruh warga madrasah harus terus bekerja lebih keras, tidak cukup bekerja seperti biasa, tetapi harus bekerja secara luar biasa," ujar Adib.

 

Ia mengajak MTsN 4 Jakarta Selatan menerapkan semangat Kaizen, yakni budaya peningkatan mutu secara berkelanjutan. Menurutnya, standar yang telah dicapai hari ini harus terus ditingkatkan sehingga madrasah mampu menjaga daya saing sekaligus melahirkan prestasi-prestasi baru.

 

"Kalau tahun ini banyak siswa diterima di MAN Insan Cendekia, maka tahun depan harus lebih banyak lagi. Standar yang sudah baik jangan dipertahankan saja, tetapi harus terus dinaikkan," tegasnya.

 

Adib juga menyoroti tingginya kepercayaan masyarakat terhadap madrasah negeri di Jakarta. Ia menyebutkan bahwa setiap tahun jumlah pendaftar terus meningkat, bahkan jauh melampaui kuota yang tersedia. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa madrasah kini telah menjadi pilihan utama masyarakat dalam memperoleh pendidikan berkualitas yang tetap mengedepankan pembinaan karakter dan nilai-nilai keagamaan.

 

"Kepercayaan masyarakat adalah amanah. Karena itu kualitas layanan pendidikan harus terus ditingkatkan agar ekspektasi masyarakat dapat dijawab dengan prestasi yang semakin baik," katanya.

 

Menurut Adib, jenjang madrasah tsanawiyah memiliki posisi strategis sebagai fondasi pembentukan pengetahuan, keterampilan, dan karakter peserta didik. Oleh karena itu, para guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga pembimbing yang mengenali potensi, karakter, serta kebutuhan setiap siswa melalui pendekatan yang lebih personal.

 

Dalam arahannya, Adib juga menegaskan bahwa kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas guru. Ia mencontohkan negara-negara dengan sistem pendidikan terbaik seperti Finlandia, Korea Selatan, dan Singapura yang menempatkan guru sebagai faktor utama keberhasilan pendidikan.

 

Ia mengajak seluruh pendidik untuk menjadi guru pembelajar melalui tiga prinsip, yaitu learn from (belajar dari berbagai sumber), learn to (belajar untuk terus meningkatkan kompetensi), dan learn while (belajar sambil mempraktikkan ilmu yang diperoleh). Dengan demikian, guru diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang inovatif, inspiratif, dan relevan dengan perkembangan zaman.

 

Selain penguatan akademik, Adib menekankan pentingnya menjaga ciri khas madrasah melalui pembentukan akhlakul karimah. Menurutnya, pendidikan karakter, pembiasaan ibadah, dan keteladanan guru merupakan nilai lebih yang menjadikan madrasah semakin diminati masyarakat.

 

Pada kesempatan tersebut, Adib juga menyampaikan dukungannya terhadap pengembangan program Islamic Boarding School di MTsN 4 Jakarta Selatan. Ia berharap keberadaan asrama dapat memperkuat pembinaan karakter, kedisiplinan, dan pembelajaran keagamaan secara lebih komprehensif.

 

"Boarding school merupakan salah satu sistem pendidikan terbaik karena pembinaan berlangsung selama 24 jam. Ini menjadi ikhtiar kita dalam melahirkan generasi yang unggul, berkarakter Islami, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global," pungkasnya.

  • Tags:  

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor