Jakarta (Humas MTsN 22 Jakarta Timur) — MTsN 22 Jakarta Timur menggelar Seminar Mental Health bagi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) di Aula Si Dudu, Rabu (24/6/2026), sebagai upaya memperkuat kesehatan mental sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan madrasah. Kegiatan ini diikuti seluruh guru dan tenaga kependidikan dengan penuh antusias.
Seminar menghadirkan Kang Falah sebagai narasumber dan dimoderatori oleh Amar Suhada Djamain. Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala MTsN 22 Jakarta Timur, Syarif Cecep, yang menekankan pentingnya kesehatan mental dalam mendukung kinerja dan profesionalisme pendidik.
Dalam sambutannya, Syarif Cecep menyampaikan bahwa kesehatan mental merupakan fondasi penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif, harmonis, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan pendidikan. Menurutnya, guru dan tenaga kependidikan perlu memiliki kemampuan mengelola tekanan kerja serta menjaga keseimbangan emosional agar dapat menjalankan tugas secara optimal.
“Kesehatan mental yang baik akan mendukung terciptanya suasana kerja yang positif dan produktif. Guru dan tenaga kependidikan yang sehat secara mental akan lebih siap memberikan pelayanan pendidikan yang berkualitas kepada peserta didik,” ujarnya.
Pada sesi utama, Kang Falah memaparkan berbagai strategi menjaga kesehatan mental di tengah dinamika kehidupan dan tuntutan pekerjaan yang semakin kompleks. Materi yang disampaikan mencakup pengelolaan stres, penguatan pola pikir positif, pentingnya komunikasi yang sehat, serta pembangunan ketahanan diri dalam menghadapi berbagai tantangan.
Ia mengajak peserta untuk lebih mengenali kondisi diri, membangun kebiasaan positif, serta menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Menurutnya, kesehatan mental yang terjaga akan berpengaruh terhadap kualitas interaksi, produktivitas, dan kemampuan dalam menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan kerja.
Seminar berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif para peserta dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pengalaman serta tantangan yang dihadapi dalam dunia kerja dibahas secara terbuka sebagai bagian dari upaya bersama menciptakan lingkungan kerja yang sehat, suportif, dan saling menguatkan.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen MTsN 22 Jakarta Timur dalam mendukung pengembangan kompetensi dan kesejahteraan guru serta tenaga kependidikan. Selain memperkuat kapasitas profesional, madrasah juga terus mendorong terciptanya budaya kerja yang humanis dan berorientasi pada kesejahteraan seluruh warga madrasah.
Melalui seminar ini, MTsN 22 Jakarta Timur berharap seluruh guru dan tenaga kependidikan semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan mental sebagai bagian dari profesionalisme dan kualitas pelayanan pendidikan. Dengan kondisi psikologis yang sehat, para pendidik diharapkan mampu memberikan layanan yang lebih optimal serta berkontribusi dalam mewujudkan madrasah yang unggul, berprestasi, dan berdampak bagi masyarakat. (Humas MTsN 22 Jakarta Timur)