Jakarta (Humas) — Penguatan kualitas pendidikan madrasah di Daerah Khusus Jakarta terus dipercepat. Hal ini ditandai dengan peresmian sejumlah gedung baru oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar, yang menjadi bagian dari proyek pembiayaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Tahun 2025 dan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Tahap 1.
Peresmian tersebut mencakup pembangunan gedung laboratorium dan perpustakaan di sejumlah madrasah, di antaranya MAN 23 Al Azhar Asy-Syarif, MAN 16 Jakarta Barat, serta MTsN 39 Jakarta. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu menunjang proses pembelajaran yang lebih modern, adaptif, dan berkualitas.
Menteri Agama menegaskan bahwa pembangunan sarana prasarana ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari strategi besar pemerintah dalam membangun sumber daya manusia unggul.
“Hari ini kita menyaksikan bukti nyata komitmen pemerintah. Gedung-gedung ini bukan hanya bangunan, tetapi simbol harapan dan masa depan pendidikan madrasah,” ujar Menag di Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Ia menambahkan, investasi di sektor pendidikan, khususnya madrasah, memiliki dampak jangka panjang yang signifikan. Menurutnya, madrasah kini telah berkembang menjadi lembaga pendidikan yang diminati masyarakat karena memadukan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai spiritual.
“Madrasah tidak lagi menjadi pilihan kedua. Justru sekarang menjadi pilihan utama karena memiliki karakter yang kuat, baik dari sisi akademik maupun pembentukan akhlak,” tegasnya.
Lebih lanjut, Menag juga menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan, baik dari sisi anggaran maupun kebijakan, agar transformasi madrasah dapat terus berjalan optimal. Ia menilai peningkatan fasilitas harus diiringi dengan penguatan kualitas tenaga pendidik.
“Fasilitas yang baik harus diimbangi dengan guru yang sejahtera dan profesional. Ini menjadi kunci agar mutu pendidikan terus meningkat,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag DKI Jakarta, Adib, menyampaikan bahwa pembangunan gedung melalui SBSN dan PHTC memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan di madrasah.
“Fasilitas ini membuka ruang yang lebih luas bagi siswa untuk belajar, berkreasi, dan berprestasi. Tidak hanya untuk kegiatan akademik, tetapi juga pengembangan bakat di bidang seni dan olahraga,” kata Adib.
Ia berharap seluruh warga madrasah dapat memanfaatkan fasilitas tersebut secara optimal sebagai sarana pengembangan potensi peserta didik.
“Ini adalah momentum untuk melahirkan generasi madrasah yang unggul dan kompetitif,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua Komisi X DPR RI Himmatul Aliyah, Staf Khusus Menteri Agama Ismail Cawidu, Wakil Kedutaan Mesir Amr Ahmed Muhtar, Direktur KSKK Madrasah Nyayu Khodijah, perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum, serta jajaran pejabat dan tenaga pendidik madrasah di wilayah DKI Jakarta.