Jakarta (Humas MAN 2 Jakarta) — Komisi Pemilihan Umum Kota Jakarta Timur menyelenggarakan Sosialisasi Pendidikan Demokrasi dan Sejarah Pemilihan Umum di Indonesia bagi pemilih pemula di MAN 2 Jakarta, Selasa (26/5/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai demokrasi, kepemiluan, dan pentingnya partisipasi generasi muda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kegiatan yang berlangsung di aula MAN 2 Jakarta tersebut diikuti oleh para siswa dan menghadirkan Ketua Divisi Hukum Komisi Pemilihan Umum Kota Jakarta Timur, Rio Verieza, sebagai narasumber.
Dalam pemaparannya, Rio menjelaskan berbagai materi mengenai perkembangan demokrasi di Indonesia, sejarah pemilihan umum, serta peran strategis pemilih pemula dalam menjaga kualitas demokrasi. Sosialisasi juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif.
Rio mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Komisi Pemilihan Umum Kota Jakarta Timur dalam membangun kesadaran demokrasi di kalangan generasi muda. Menurutnya, pemahaman yang baik mengenai demokrasi dan proses pemilu menjadi bekal penting bagi pelajar yang akan menjadi pemilih pada masa mendatang.
“Melalui kegiatan ini, para pelajar diharapkan dapat memahami nilai-nilai demokrasi dan proses pemilu dengan lebih baik sehingga tumbuh kesadaran untuk berpartisipasi aktif dalam setiap proses demokrasi,” ujar Rio.
Pada sesi diskusi, salah satu siswa kelas XI, Haikal, mengajukan pertanyaan mengenai fenomena pencitraan dalam kampanye menjelang pemilihan umum. Menanggapi hal tersebut, Rio menjelaskan bahwa pencitraan merupakan bagian dari komunikasi politik yang kerap dilakukan dalam kegiatan kampanye.
“Pencitraan merupakan salah satu bentuk pendidikan politik dan masih dianggap wajar selama dilakukan dalam koridor yang benar,” jelasnya.
Kepala MAN 2 Jakarta menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai bagian dari penguatan wawasan kebangsaan dan pendidikan karakter bagi peserta didik. Melalui sosialisasi ini, siswa diharapkan semakin memahami hak dan tanggung jawabnya sebagai warga negara serta mampu berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab dalam kehidupan demokrasi.
Kegiatan ditutup dengan ajakan kepada para peserta untuk terus meningkatkan literasi demokrasi dan menjadi generasi muda yang berintegritas, kritis, serta berperan aktif dalam menjaga kualitas demokrasi Indonesia. Sosialisasi ini sekaligus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan penyelenggara pemilu dalam membangun budaya demokrasi yang partisipatif dan berkelanjutan.