Berita

Ketahanan Bangsa Berawal dari Keluarga, Kemenag Perkuat Edukasi Pranikah Berbasis Majelis Taklim

Rabu, 15 Juli 2026
Dibaca 241 kali
blog

Pulau Pramuka, Jakarta (Humas Kemenag Kepulauan Seribu) -- Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, menggelar Diseminasi Program Bimbingan Perkawinan Calon Pengantin Berbasis Majelis Taklim di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Seribu, Pulau Pramuka, pada Rabu (15/7/2026).

 

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Agama memperluas jangkauan edukasi pranikah melalui pemberdayaan majelis taklim sebagai mitra strategis dalam pembinaan keluarga. Melalui program tersebut, calon pengantin diharapkan memiliki bekal yang memadai untuk membangun keluarga yang harmonis, tangguh, dan berketahanan.

 

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, laporan pelaksanaan, kemudian dilanjutkan dengan pengarahan kebijakan Diseminasi Program Bimbingan Perkawinan Calon Pengantin Berbasis Majelis Taklim oleh Direktur Penerangan Agama Islam, Muchlis Muhammad Hanafi.

 

Dalam arahannya, Muchlis menegaskan bahwa ketahanan bangsa berawal dari ketahanan keluarga. Menurutnya, keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat yang kuat sehingga persiapan menuju pernikahan harus dilakukan secara matang sejak sebelum akad dilangsungkan.

 

"Ketahanan negara dimulai dari ketahanan keluarga. Karena itu, mempersiapkan kekuatan dan ketahanan pernikahan harus dimulai sejak sebelum pernikahan itu dilaksanakan. Institusi keluarga memiliki kedudukan yang sangat penting dalam ajaran Islam," tegas Muchlis.

 

Ia juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi keluarga di era modern, mulai dari menurunnya minat generasi muda untuk menikah, pentingnya pencatatan pernikahan sebagai perlindungan hukum, hingga pengaruh media sosial yang kerap memicu perbandingan gaya hidup dan berdampak pada keharmonisan rumah tangga.

 

Menurutnya, keimanan menjadi benteng utama dalam menghadapi berbagai persoalan keluarga, yang harus diiringi dengan kesadaran untuk saling memahami dan membangun komunikasi yang baik.

 

"Tidak ada pernikahan yang selalu berjalan mulus. Setiap rumah tangga pasti akan menghadapi ujian. Ketika masalah datang, kuncinya adalah komunikasi, saling memahami, dan saling menguatkan," ujarnya.

 

Muchlis juga mengingatkan makna pasangan hidup sebagaimana diibaratkan Al-Qur'an sebagai pakaian bagi satu sama lain. Pasangan suami istri harus mampu saling menutupi kekurangan, saling memperindah kehidupan, sekaligus saling melindungi dalam berbagai keadaan.

 

"Pasangan adalah pakaian. Artinya saling menutupi kekurangan dan aib, saling memperindah kehidupan, serta saling melindungi dan menguatkan dalam menghadapi berbagai situasi. Suami dan istri harus saling melengkapi, bukan saling menyalahkan," jelasnya.

 

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi penguatan Program Bimbingan Perkawinan Calon Pengantin Berbasis Majelis Taklim oleh narasumber praktisi, yang diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab secara interaktif.

 

Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama berharap pemahaman masyarakat mengenai pentingnya kesiapan membangun keluarga sakinah semakin meningkat. Kehadiran majelis taklim sebagai mitra pembinaan juga diharapkan mampu memperluas jangkauan edukasi pranikah hingga ke tingkat masyarakat, sehingga lahir keluarga-keluarga berkualitas sebagai fondasi Indonesia yang tangguh dan berdaya saing.

  • Tags:  

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor