Jakarta (Humas Kemenag DKI) --- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Adib, menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan layanan pendidikan di Kepulauan Seribu melalui penguatan pendidikan berasrama dan optimalisasi kelas jauh berbasis teknologi informasi.
Hal itu disampaikan saat memberikan pembinaan kepada guru dan tenaga kependidikan di MTsN 26 Kepulauan Seribu, Senin (11/05/2026).
Dalam sambutannya, Adib menyampaikan apresiasi kepada para guru, kepala madrasah, pengawas, dan seluruh tenaga kependidikan yang telah mengabdikan diri untuk memajukan pendidikan di wilayah kepulauan.
“Tanpa kehadiran guru-guru di Kepulauan Seribu, pendidikan tentu tidak akan berjalan optimal. Ini merupakan tugas yang sangat mulia karena bapak dan ibu mengemban misi mencerdaskan anak bangsa,” ujarnya.
Ia menilai para guru yang bertugas di Kepulauan Seribu merupakan pejuang pendidikan yang telah mendedikasikan ilmu dan tenaga demi masa depan generasi muda di wilayah pesisir.
“Alhamdulillah, dengan kehadiran para guru, pendidikan anak-anak di Kepulauan Seribu, khususnya di Pulau Tidung, dapat berjalan dengan lancar,” katanya.
Pada kesempatan itu, Adib juga menyoroti pentingnya optimalisasi fasilitas pendidikan yang telah dibangun pemerintah, khususnya asrama di MTsN 26 Kepulauan Seribu yang saat ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Menurutnya, konsep pendidikan berasrama menjadi solusi strategis untuk mengatasi persoalan akses pendidikan antar-pulau.
“Saya punya mimpi MTsN 26 ini menjadi pusat pendidikan dasar bagi anak-anak Kepulauan Seribu. Dengan adanya asrama, anak-anak dari pulau-pulau yang jauh bisa tinggal di sini tanpa harus pulang pergi setiap hari,” katanya.
Selain pendidikan berasrama, Adib menekankan pentingnya pengembangan kelas jauh berbasis teknologi informasi dan digital. Ia meminta fasilitas teknologi informasi yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal agar proses belajar mengajar tetap terhubung meski berada di pulau yang berbeda.
“Kelas jauh harus terus diperkuat. Meski berada di Pulau Pari, Pulau Payung, atau Pulau Harapan, mereka tetap bisa terhubung dengan sekolah induk melalui teknologi informasi,” jelasnya.
Adib menegaskan pendidikan merupakan jalan utama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mengurangi kesenjangan sosial.
“Tidak ada jalan lain untuk memajukan bangsa selain melalui pendidikan. Pendidikan adalah jembatan emas untuk mengangkat masyarakat agar lebih berdaya secara sosial maupun ekonomi,” ungkapnya.
Ia juga mengajak seluruh tenaga pendidik untuk terus mengoptimalkan potensi peserta didik di Kepulauan Seribu. Menurutnya, anak-anak di wilayah kepulauan memiliki potensi yang tidak kalah dengan anak-anak di perkotaan.
“Saya yakin potensi anak-anak Kepulauan Seribu tidak kalah dengan yang ada di daratan. Tinggal bagaimana kita sebagai pendidik mampu mengoptimalkan bakat dan kemampuan mereka,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Adib menyampaikan terima kasih kepada seluruh guru, pengawas, dan kepala madrasah atas dedikasi mereka dalam memajukan pendidikan di Kepulauan Seribu.
“Semoga segala upaya yang kita lakukan menjadi amal jariah dan senantiasa mendapatkan ridha Allah SWT,” pungkasnya.