Jakarta (Humas Kankemenag Jakarta Utara) — Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kankemenag Kota Jakarta Utara, Samsurial, mendorong para pendidik Raudhatul Athfal (RA) untuk terus menjaga semangat dan energi positif pasca-Ramadan dalam kegiatan Halalbihalal yang digelar PD IGRA Jakarta Utara di Pasar Seni Ancol, Selasa (7/4/2026).
Kegiatan yang menjadi rangkaian penutup Ajang Kreativitas Seni, Olahraga, dan Agama (AKSERA) 2026 ini diikuti ratusan kepala dan guru RA se-Jakarta Utara. Suasana silaturahmi berlangsung hangat dan penuh kekhidmatan sebagai bagian dari perayaan Idulfitri 1447 H.
Dalam arahannya, Samsurial menegaskan bahwa kunci menjadi guru RA yang energik dan penuh semangat terletak pada kedisiplinan yang dilatih selama bulan Ramadan.
“Kunci menjadi guru RA yang selalu semangat dan energik ada pada latihan kedisiplinan selama bulan Ramadan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Ramadan merupakan momentum pembinaan dan penempaan diri bagi umat Islam, yang hasilnya akan terlihat pada bulan Syawal dan seterusnya.
“Ramadan adalah kawah candradimuka yang melatih fisik dan batin. Hasilnya harus terus dijaga dan dilanjutkan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Samsurial juga mengingatkan bahwa Ramadan berfungsi sebagai tadriban atau latihan nyata, khususnya bagi seorang pendidik. Menurutnya, jika nilai-nilai yang diperoleh selama Ramadan tidak berdampak pada perilaku, maka ibadah yang dijalani menjadi kurang bermakna.
“Seorang guru harus mampu mengambil hikmah Ramadan untuk meningkatkan kualitas diri, baik dalam kedisiplinan maupun keteladanan kepada peserta didik,” tambahnya.
Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan halalbihalal ini juga diisi dengan kegiatan sosial, seperti pemberian santunan kepada anak yatim, penyaluran donasi untuk Palestina, serta pemberian penghargaan kepada guru dan santri RA berprestasi dalam Gerakan Nasional Al-Qur’an.
Ketua PD IGRA Jakarta Utara, Subur Sutrismi, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya seluruh rangkaian kegiatan dengan lancar. Ia berharap momentum ini dapat memperkuat semangat para pendidik dalam membina generasi masa depan.
“Kami ingin para guru RA menjadi pendidik yang menyenangkan dan selalu dirindukan oleh siswa-siswinya,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para pendidik RA dapat terus meningkatkan kualitas diri dan profesionalisme, serta berkontribusi dalam mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia.