Kepulauan Seribu (Humas Kanwil Kemenag DKI) --- Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama mitra kemaslahatan menyerahkan bantuan kapal pelayanan dakwah dan pengadaan laboratorium komputer bagi masyarakat Kepulauan Seribu. Bantuan ini diharapkan memperkuat layanan keagamaan, pendidikan, serta akses pelayanan masyarakat di wilayah kepulauan yang memiliki tantangan geografis berbeda dengan daratan Jakarta.
Anggota Komisi VIII DPR RI, Sigit Purnomo Said atau Pasha Ungu, menegaskan bahwa kehadiran pemerintah dan lembaga negara harus memberi dampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, masyarakat tidak hanya membutuhkan kunjungan seremonial, tetapi program yang bisa langsung dirasakan manfaatnya. “Masyarakat tidak butuh judulnya. Masyarakat ingin pemerintahnya hadir. Percuma datang rapi, tetapi tidak membawa bantuan. Lebih baik sederhana, tetapi bantuannya jelas,” ujarnya, Senin (11/5).
Pasha menyampaikan bahwa kebutuhan masyarakat Kepulauan Seribu harus terus dikawal, terutama karena kondisi wilayah yang tersebar antarpulau. Ia menilai kapal dakwah menjadi sarana penting untuk mendukung pelayanan KUA, penyuluhan agama, pembinaan masyarakat, serta kegiatan sosial-keagamaan. Ia juga mendorong agar bantuan serupa dapat diperluas ke Kepulauan Seribu Utara. “Kapal sudah ada, tolong kalau bisa tambah lagi. Sebelum masa tugas ini selesai, harus ada manfaat yang lebih luas untuk warga,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Pasha juga menekankan pentingnya peran KUA sebagai ujung tombak layanan keagamaan di masyarakat. Menurutnya, persoalan sosial-keagamaan di tingkat lokal seharusnya dapat ditangani lebih dekat melalui KUA, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. “KUA harus hadir memberikan ketenangan kepada masyarakat. Jangan semua persoalan kecil harus langsung sampai ke pusat,” tegasnya.
Kegiatan ini menjadi momentum penguatan sinergi lintas lembaga dalam menghadirkan layanan publik yang lebih dekat, nyata, dan tepat sasaran bagi masyarakat kepulauan. Melalui kapal dakwah dan laboratorium komputer, pelayanan keagamaan, pendidikan, serta pemberdayaan masyarakat di Kepulauan Seribu diharapkan semakin merata dan berkelanjutan.
Program Kemaslahatan
Dalam kesempatan ini, Kepala Divisi Pelmonev Kemaslahatan BPKH menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari program kemaslahatan yang bersumber dari nilai manfaat Dana Abadi Umat, bukan dari setoran awal jemaah haji. Program ini diarahkan untuk mendukung dakwah, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan. “Dana kemaslahatan ini berasal dari nilai manfaat Dana Abadi Umat. Kami berharap bantuan kapal pelayanan dakwah dan laboratorium komputer ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat Kepulauan Seribu,” jelas Dyah Rahayu.
Dukungan Pemerintah Daerah
Bupati Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan, menyampaikan apresiasi atas terwujudnya bantuan kapal dakwah dan laboratorium komputer tersebut. Menurutnya, bantuan ini menjadi bukti bahwa aspirasi masyarakat yang dikawal bersama dapat menghasilkan program konkret. “Alhamdulillah, laboratorium komputer sudah terwujud, kapal dakwah juga sudah terwujud. Ini bukan sekadar kunjungan, tetapi realita yang bisa dimanfaatkan masyarakat,” ungkapnya.
Bupati menambahkan, kapal dakwah akan membantu pelayanan keagamaan di wilayah Kepulauan Seribu yang secara geografis berjauhan. Salah satu manfaatnya adalah mendukung pendataan dan pelayanan pernikahan resmi, pembinaan masyarakat, serta kegiatan dakwah lintas pulau. “Kalau di daratan mungkin lebih mudah, tetapi di Kepulauan Seribu menjangkau warga membutuhkan transportasi laut. Karena itu, kapal ini sangat penting,” ujarnya.
Selain kapal dakwah dan laboratorium komputer, kebutuhan air bersih juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Bupati berharap kolaborasi antara pemerintah, BPKH, Kementerian Agama, DPR RI, dan pihak filantropi dapat terus diperluas, termasuk untuk mendukung penyediaan fasilitas seawater reverse osmosis atau SWRO di Kepulauan Seribu.
“Semakin banyak yang berkolaborasi, semakin besar peluang kebutuhan dasar masyarakat, terutama air bersih, dapat terpenuhi,” pungkasnya.