Jakarta (Humas Kankemenag Jakarta Utara) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Utara, Mawardi Abdul Gani, melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun 2025 di sejumlah Madrasah Ibtidaiyah Swasta di Kecamatan Cilincing, Senin (20/4/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Mawardi didampingi oleh Pelaksana Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad), Husain Duna Tatu dan Dewi Yulianti. Kehadiran tim bertujuan memastikan pengelolaan dana BOS berjalan sesuai petunjuk teknis (juknis), tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.
“Melalui monev ini, kami ingin memastikan bahwa dukungan pemerintah terhadap madrasah benar-benar dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan mutu pendidikan sesuai standar nasional,” ujar Mawardi.
Selain menekankan aspek akuntabilitas, Mawardi juga mendorong setiap madrasah untuk mampu membangun citra positif dan keunggulan kompetitif di tengah persaingan lembaga pendidikan yang semakin dinamis. Menurutnya, penguatan identitas dan branding madrasah menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat.
“Madrasah perlu membangun keunikan dan reputasi unggul melalui identitas yang jelas, pesan yang konsisten, serta penonjolan keunggulan khas yang dimiliki,” jelasnya.
Ia menambahkan, madrasah dituntut untuk terus beradaptasi dan melakukan inovasi agar tidak tertinggal oleh perkembangan zaman. Respons terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat juga menjadi faktor penting dalam pengembangan layanan pendidikan.
“Tidak ada salahnya menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menghadirkan inovasi agar pendidikan di madrasah tetap relevan dan tidak stagnan,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Mawardi menyoroti pesatnya perkembangan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan (AI), yang turut memengaruhi pola belajar peserta didik. Ia mengingatkan pentingnya peran madrasah dalam menyeimbangkan pemanfaatan teknologi dengan penguatan karakter dan daya pikir kritis siswa.
“Madrasah harus mampu mengimbangi perkembangan teknologi dengan tetap menjaga ciri khasnya, sehingga peserta didik tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga memiliki kreativitas dan kemampuan berpikir yang kuat,” tegasnya.
Melalui pemanfaatan dana BOS, Mawardi berharap kepala madrasah dapat memprioritaskan program-program strategis yang berdampak langsung pada peningkatan mutu pendidikan sekaligus memperkuat daya tarik madrasah di mata masyarakat.
Kegiatan dilanjutkan dengan pendampingan monitoring dan evaluasi laporan pertanggungjawaban (LPJ) dana BOS oleh tim Seksi Penmad, guna memastikan tertib administrasi dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.