Berita
Apel Pagi

Inilah Rahasia Keberkahan ASN: Kinerja Unggul Dan Budaya Integritas

Senin, 8 Juni 2026
Dibaca 43 kali
blog

kakanwil adib memberi pengarahan / dok. Humas 2026

Jakarta (Humas Kanwil Kemenag DKI) --- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Adib, mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kanwil Kemenag DKI Jakarta untuk terus meningkatkan kinerja, memperkuat integritas, dan menjaga semangat kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan organisasi.

 

"Salah satu bentuk rasa syukur kita telah diangkat menjadi PNS, PPPK, maupun pegawai di Kementerian Agama adalah dengan menunjukkan kinerja terbaik. Kalau orang bersyukur, maka nikmatnya akan ditambah. Insyaallah, dengan kinerja terbaik, keberkahan dan nikmat yang kita terima juga akan bertambah," ujar Adib, Senin (8/6/2026) saat pimpin apel pagi yang diikuti para pejabat dan ASN di lingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta.

 

Memasuki pertengahan tahun anggaran 2026, Adib mengingatkan bahwa berbagai tantangan, khususnya dari sisi fiskal dan anggaran, tidak boleh mengurangi semangat pengabdian ASN.

 

"Kita tidak boleh menyerah hanya karena tantangan atau kesulitan. Tetap tunjukkan kinerja terbaik karena masih banyak nikmat yang harus kita syukuri. Mari kita terus bekerja dengan penuh semangat dan tanggung jawab," katanya.

 

Adib menegaskan bahwa salah satu target penting yang harus diwujudkan Kanwil Kemenag DKI Jakarta adalah meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Menurutnya, pembangunan Zona Integritas tidak hanya bersifat administratif, tetapi harus menjadi budaya kerja yang mengedepankan kejujuran, amanah, dan akuntabilitas.

 

"Mari kita wujudkan cita-cita dan misi ini untuk Kanwil Kementerian Agama DKI Jakarta. Kalau kita sudah mampu menunjukkan integritas organisasi sampai pada predikat WBK, itu menjadi indikator dasar bahwa kita benar-benar mengedepankan nilai-nilai integritas," tegasnya.

 

Ia menambahkan, organisasi yang berintegritas tidak akan mudah dipengaruhi oleh berbagai tekanan dari pihak luar. Sebaliknya, keterbukaan terhadap kritik dan pengawasan masyarakat harus dipandang sebagai bagian dari upaya bersama untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan.

 

"Kalau kita bekerja sesuai tata kelola yang baik dan menjunjung tinggi integritas, kita tidak perlu takut menghadapi siapa pun. Masyarakat, media, maupun lembaga lain adalah mitra kita untuk saling mengingatkan dan melakukan evaluasi bersama," katanya.

 

Lebih lanjut, Adib menjelaskan bahwa pencapaian WBK merupakan langkah awal dalam membangun organisasi yang unggul. Ia mengibaratkan WBK sebagai implementasi nilai keadilan, sedangkan tahapan yang lebih tinggi adalah Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) yang mencerminkan budaya kerja ihsan, yakni memberikan nilai tambah dalam pelayanan.

 

"Menurut saya, wajib hukumnya kita meraih predikat WBK. Kita mulai dari Kanwil sebagai contoh, kemudian diikuti oleh unit-unit lainnya," ujarnya.

 

Diakhir arahannya, Adib mengajak seluruh pegawai untuk terus menghidupkan semangat kebersamaan melalui nilai-nilai budaya kerja SIPITUNG, memperkuat sinergi antarunit, serta menjadikan integritas sebagai fondasi utama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

 

"Mari kita terus membangun tata kelola organisasi yang semakin berintegritas sehingga pelayanan yang kita berikan semakin mudah, berkualitas, dan membawa keberkahan untuk kita semua," pungkasnya.

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor