Jakarta (Humas Kemenag DKI) --- Menteri Agama, Nasaruddin Umar menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun ke-219 Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) bersama sejumlah tokoh lintas agama di kawasan Gereja Katedral Jakarta. Kehadiran para tokoh agama dan pemerintah dalam acara tersebut menjadi simbol kuat persaudaraan dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia.
Dalam sambutannya, Menteri Agama menyampaikan apresiasi atas terciptanya suasana damai dan harmonis di Jakarta. Ia menyebut, berdasarkan hasil survei terbaru, Jakarta dinilai sebagai salah satu ibu kota paling damai di Asia Tenggara.
“Jakarta adalah ibu kota kedua terkukun damai di Asia Tenggara. Ini tentu sangat membanggakan dan menjadi bukti bahwa masyarakat Indonesia mampu menjaga persaudaraan dan kebersamaan,” ujarnya, Sabtu (9/5).
Kerukunan Indonesia Capai Tingkat Tertinggi
Menag juga mengungkapkan bahwa tingkat kerukunan masyarakat Indonesia mencapai angka tertinggi sepanjang sejarah kemerdekaan Republik Indonesia. Menurutnya, capaian tersebut tidak lepas dari semangat silaturahmi dan dialog lintas agama yang terus dirawat bersama.
“Alhamdulillah, kita berhasil mencapai puncak kerukunan tertinggi semenjak Republik Indonesia merdeka. Ini membuktikan bahwa kita berdiri di atas terowongan silaturahmi yang menghubungkan Istiqlal dengan Katedral,” katanya.
Ia menegaskan bahwa rumah ibadah seharusnya tidak hanya menjadi tempat beribadah umat tertentu, tetapi juga menjadi rumah kemanusiaan bagi seluruh masyarakat.
“Katedral dan Istiqlal adalah rumah kemanusiaan. Idealnya semua rumah ibadah menjadi tempat menyelesaikan persoalan kemanusiaan dan menjadi ruang persaudaraan bagi semua umat,” lanjutnya.
Menutup sambutannya, Menteri Agama mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan merawat Indonesia dalam semangat kebersamaan lintas agama.
“Hari ini kita melihat berbagai agama ikut meramaikan acara ini. Inilah Indonesia yang kita harapkan. Mari kita rawat Indonesia bersama,” pungkasnya.
Perayaan Syukur dalam Semangat Kebersamaan
Romo Kardinal Ignatius Suharyo mengatakan, perayaan HUT ke-219 Keuskupan Agung Jakarta merupakan momentum untuk mensyukuri penyertaan Tuhan dalam perjalanan panjang KAJ sebagai bagian dari sejarah bangsa Indonesia.
“Syukur kami diwujudkan dalam usaha merawat dan mengembangkan persahabatan, persaudaraan, dan kebersamaan sebagai warga negara Indonesia,” ujar Romo Kardinal.
Ia mengaku bangga atas kehadiran Menteri Agama dan Gubernur Jakarta bersama para tokoh lintas agama dalam perayaan tersebut. Menurutnya, kehadiran pemerintah menunjukkan perhatian dan pengayoman kepada seluruh warga tanpa membedakan latar belakang agama.
“Ini menunjukkan bahwa kami semua sungguh mendapat pengayom yang menyertai kita dalam keadaan apa pun juga,” katanya.
Lanjutnya, Romo Suharyo menegaskan bahwa semangat kebersamaan harus terus dijaga demi kecintaan kepada Tuhan dan tanah air. Ia berharap seluruh umat beragama dapat terus bertumbuh dalam persaudaraan dan pengabdian kepada bangsa.
“Kita bersama-sama ingin bertumbuh sebagai warga bangsa dan umat beriman sesuai keyakinan masing-masing. Semuanya untuk Tuhan dan untuk tanah air,” ungkapnya.
Gubernur Apresiasi Peran Umat Katolik
Sementara itu, Gubernur Jakarta menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang telah menjaga Jakarta tetap aman, nyaman, dan damai. Ia secara khusus mengapresiasi peran Keuskupan Agung Jakarta dan umat Katolik dalam merawat toleransi di Jakarta.
“Peran Romo Kardinal untuk Jakarta luar biasa. Umat Katolik betul-betul ikut menjaga Jakarta menjadi aman, nyaman, dan damai,” ujar Pramono Anung.
Ia menambahkan, berbagai kegiatan keagamaan sepanjang tahun seperti Christmas Carol, Nyepi, Imlek, Ramadan, hingga Idulfitri dapat berjalan dengan baik karena adanya semangat saling menghormati antarumat beragama.
“Alhamdulillah, berbagai kegiatan keagamaan berjalan dengan baik. Jakarta kini menjadi role model kerukunan dan toleransi,” pungkasnya.