Bogor (Kankemenag Jakarta Utara) — Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 22 Jakarta menyelenggarakan Workshop Peningkatan Kompetensi Guru Kurikulum Berbasis Cinta dan Pembinaan GTK di Puri Anandita, Cisarua, Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (14/11/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama dalam memperkuat kualitas guru serta memastikan proses pembelajaran memberikan dampak positif bagi perkembangan peserta didik.
Kepala MIN 22 Jakarta, Mukhdlor Khodlori, menyampaikan bahwa workshop tersebut dirancang untuk membantu guru merancang pembelajaran yang efektif, terukur, dan berbasis nilai-nilai kasih sayang yang mendukung tumbuh kembang siswa. “Tujuan utamanya adalah meng-upgrade keilmuan dan meningkatkan kompetensi guru agar memberikan dampak nyata kepada peserta didik,” ujarnya.
Mukhdlor menjelaskan, kegiatan yang telah berlangsung sejak sehari sebelumnya diikuti oleh seluruh GTK MIN 22 serta perwakilan guru swasta KKMI Cilincing 1. Workshop dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Utara, Mawardi Abdul Gani. Ia menambahkan bahwa guru saat ini dituntut mampu beradaptasi dengan perubahan nilai dan karakter siswa.
Menurutnya, guru tidak lagi sekadar menjadi penyampai informasi, tetapi fasilitator yang membimbing siswa secara utuh. “Guru harus mampu membaca tantangan zaman dan menyikapi perubahan ini dengan arif,” katanya dalam keterangan tidak langsungnya. Ia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan pimpinan dan para pemateri yang hadir.
Salah satu pemateri, Eliza, menyampaikan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diusung Kementerian Agama berakar pada keteladanan Nabi Muhammad SAW. “Sembilan puluh tujuh persen kehidupan beliau mencerminkan kasih sayang dan kedamaian,” ujar Eliza. Ia kemudian menguraikan lima dimensi cinta yang perlu diterapkan dalam pendidikan, yaitu cinta kepada Allah dan Rasul, cinta kepada ilmu, cinta kepada diri dan sesama, cinta kepada lingkungan, serta cinta kepada bangsa dan negeri.
Eliza menegaskan bahwa tindakan kecil dalam dunia pendidikan dapat membawa pengaruh besar bagi masa depan siswa. “Setiap pengetahuan yang kita tularkan dapat memberikan dampak jangka panjang yang luar biasa,” katanya. Ia juga menekankan pentingnya kedisiplinan, inovasi, serta suasana belajar yang hangat dalam proses pembelajaran. “Guru harus mengajar dengan kesungguhan hati mengharap ridho Allah,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, MIN 22 Jakarta berharap penguatan kompetensi guru yang selaras dengan program Kemenag seperti Kurikulum Berbasis Cinta dapat semakin meningkatkan kualitas pendidikan serta memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi peserta didik.