Jakarta (Humas MAN 16 Jakarta) — MAN 16 Jakarta kembali mencatat prestasi melalui partisipasi guru Bahasa Jepang, Erika Suci Hidayat, yang berhasil menyelesaikan Pelatihan Intensif Program NIHONGO Partners Gelombang 2 di The Japan Foundation Japanese Language Institute (JFJLI), Urawa, Jepang. Pelatihan berlangsung pada 21 Oktober–4 November 2025 dan diikuti 26 guru Bahasa Jepang dari berbagai wilayah Indonesia.
Program ini merupakan hasil kerja sama The Japan Foundation dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sejak 2014 serta dengan Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta sejak 2024. Melalui skema NIHONGO Partners, para mitra pengajar dari Jepang akan ditempatkan di sekolah, termasuk madrasah, untuk mendampingi guru Bahasa Jepang dalam proses pembelajaran dan pengenalan budaya.
Selama dua minggu pelatihan, Erika mengikuti rangkaian kegiatan intensif mulai dari orientasi program, pembelajaran bahasa, penguatan pedagogi, hingga simulasi team teaching bersama fasilitator dari Jepang. Kegiatan juga mencakup kunjungan studi ke berbagai lokasi di Prefektur Oita dan Tokyo untuk melihat langsung praktik pendidikan dan budaya Jepang yang diterapkan di masyarakat. Para peserta turut mengunjungi SMA dan universitas, memberikan pengalaman otentik tentang sistem pendidikan di Jepang.
Erika mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya dapat mengikuti program ini, “Pelatihan ini adalah pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Dua minggu terasa singkat, tetapi saya mendapatkan banyak ilmu, inspirasi, dan kebahagiaan. Bisa merasakan langsung atmosfir sekolah dan budaya Jepang adalah sesuatu yang tidak akan saya lupakan,” ujar Erika.
Ia juga menyampaikan secara tidak langsung bahwa kunjungan ke sekolah di Jepang memberinya perspektif baru tentang kedisiplinan, ketertiban, dan interaksi hangat antara guru dan siswa. Pengalaman tersebut menjadi dorongan kuat bagi dirinya untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih baik bagi siswa MAN 16 Jakarta.
Kepala MAN 16 Jakarta, Fahrurozi, menyampaikan apresiasi atas capaian Erika, “Kami bangga dengan capaian ini. Pengalaman dan kompetensi yang dibawa Erika akan sangat bermanfaat bagi pengembangan pembelajaran Bahasa Jepang di madrasah,” ujarnya.
Ia juga menuturkan bahwa keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa program-program kolaborasi internasional yang difasilitasi Kementerian Agama berdampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan di madrasah.
Fahrurozi berharap pengalaman internasional yang diperoleh Erika dapat menginspirasi guru lainnya serta menguatkan posisi MAN 16 Jakarta sebagai lembaga pendidikan yang aktif membangun kompetensi global bagi para pendidik.