Jakarta (Humas MTs Negeri 22 Jakarta Timur) — MTs Negeri 22 Jakarta Timur terus memperkuat kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) melalui Pelatihan Pembuatan Inovasi Perangkat Ajar Tahun Ajaran 2026/2027 dengan memanfaatkan Artificial Intelligence (AI). Kegiatan ini menjadi langkah strategis madrasah dalam mendukung transformasi digital sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran yang inovatif, efektif, dan berpusat pada peserta didik.
Pelatihan yang diinisiasi Kepala MTs Negeri 22 Jakarta Timur, Syarif Cecep, ini merupakan tindak lanjut atas arahan Viola Cempaka saat peresmian Aula Si Dudu dan Rapat Kerja MTsN 22 Jakarta Timur pada 11 Juni 2026. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya inovasi pembelajaran sebagai respons terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan pendidikan abad ke-21.
Seluruh GTK mengikuti pelatihan yang menghadirkan Ahmad Buhori, guru MTsN 22 Jakarta Timur, sebagai narasumber internal. Pada kesempatan tersebut, Ahmad Buhori memaparkan berbagai strategi pemanfaatan AI dalam mendukung penyusunan modul ajar, bahan presentasi, instrumen asesmen, media pembelajaran interaktif, hingga pengembangan ide-ide kreatif untuk memperkaya proses pembelajaran.
Menurut Ahmad Buhori, teknologi AI perlu dimanfaatkan secara bijaksana sebagai alat bantu yang mampu meningkatkan produktivitas guru tanpa menggeser peran utama pendidik sebagai pembimbing, fasilitator, dan teladan bagi peserta didik.
"Artificial Intelligence dapat membantu guru bekerja lebih efektif dan efisien. Namun, sentuhan kemanusiaan, keteladanan, dan interaksi langsung antara guru dan peserta didik tetap menjadi unsur utama dalam proses pendidikan," ujarnya.
Pelatihan yang dimoderatori Amar Suhada Djamain berlangsung interaktif. Selain memperoleh materi konseptual, para peserta juga mengikuti praktik penggunaan berbagai platform berbasis AI yang dapat diterapkan secara langsung dalam penyusunan perangkat ajar dan pengembangan pembelajaran di kelas.
Kepala MTs Negeri 22 Jakarta Timur, Syarif Cecep, menyampaikan bahwa penguatan kompetensi digital guru menjadi salah satu prioritas madrasah dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan. Menurutnya, penguasaan teknologi akan mendorong lahirnya pembelajaran yang lebih adaptif, kreatif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
"Melalui pelatihan ini, kami ingin membangun budaya belajar sepanjang hayat di kalangan GTK sekaligus mendorong lahirnya berbagai inovasi pembelajaran yang memberikan pengalaman belajar terbaik bagi peserta didik," ujarnya.
Ia menambahkan, pemanfaatan narasumber internal menunjukkan bahwa budaya berbagi pengetahuan telah tumbuh di lingkungan madrasah. Kompetensi yang dimiliki guru diharapkan dapat menjadi kekuatan bersama dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang kolaboratif dan berkelanjutan.
Melalui pelatihan ini, MTs Negeri 22 Jakarta Timur menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan kapasitas sumber daya manusia serta mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital sebagai bagian dari upaya mewujudkan madrasah yang adaptif, inovatif, dan unggul dalam menghadapi tantangan pendidikan masa depan.