Berita
Madrasah

Groundbreaking RKB Madrasah, Kakanwil : Pembangunan jadi Langkah strategis Tingkatkan Mutu dan Daya Tampung Madrasah

Selasa, 2 Juni 2026
Dibaca 191 kali
blog

Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Adib meletakkan batu pertama / dok. humas

Jakarta (Humas Kemenag DKI) --- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Adib, menegaskan bahwa pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) merupakan bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan madrasah sekaligus memperluas akses layanan pendidikan bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikan saat kegiatan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan RKB di MTsN 44 Jakarta Timur dan MIN 11 Jakarta Barat yang didanai melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Tahun Anggaran 2026.

 

"Pembangunan yang bersumber dari SBSN ini melalui proses yang panjang, mulai dari penyiapan lahan yang jelas status kepemilikannya, pengusulan melalui Bappenas, hingga persetujuan Kementerian Keuangan. Karena itu, pembangunan ini harus kita syukuri dan kawal bersama agar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi peningkatan mutu pendidikan madrasah di Jakarta," ujar Adib , Selasa (2/6/2026).

 

Menurutnya, tingginya minat masyarakat terhadap madrasah negeri di Jakarta menjadi tantangan tersendiri karena belum sebanding dengan daya tampung yang tersedia. Banyak madrasah negeri yang menerima jumlah pendaftar jauh lebih besar dibandingkan kapasitas yang dimiliki sehingga tidak semua calon peserta didik dapat diterima.

 

"Setiap penerimaan peserta didik baru, madrasah-madrasah kita selalu dibanjiri pendaftar. Bahkan ada madrasah yang menerima ratusan pendaftar, sementara daya tampungnya hanya puluhan siswa. Ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap madrasah sangat tinggi, tetapi di sisi lain menjadi pekerjaan rumah bagi kita untuk memperluas akses pendidikan madrasah," katanya.

 

Karena itu, Adib mendorong penambahan jumlah Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) di DKI Jakarta. Ia menilai keberadaan MIN masih perlu diperbanyak agar masyarakat memiliki kesempatan yang lebih luas untuk mendapatkan layanan pendidikan madrasah negeri.

 

"Saya berharap ke depan minimal setiap kecamatan memiliki dua Madrasah Ibtidaiyah Negeri. Memang tidak mudah karena keterbatasan lahan di Jakarta, tetapi organisasi yang kuat adalah organisasi yang mampu mengatasi kesulitan dan menemukan solusi atas tantangan yang dihadapi," tegasnya.

 

Adib juga meminta seluruh jajaran Kementerian Agama untuk mengidentifikasi aset dan lahan yang berpotensi dimanfaatkan bagi pengembangan madrasah negeri di Jakarta.

 

"Kita harus terus mencari peluang, mengidentifikasi tanah-tanah yang memungkinkan untuk pengembangan madrasah, baik milik Kementerian Agama maupun pemerintah daerah. Dengan begitu, akses pendidikan madrasah dapat semakin luas dan menjangkau lebih banyak generasi muda," ungkapnya.

 

Terkait pelaksanaan pembangunan, Adib mengingatkan kontraktor agar menyelesaikan pekerjaan sesuai target yang telah ditetapkan sehingga fasilitas tersebut dapat segera digunakan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.

 

"Saya minta pembangunan ini dilaksanakan dengan baik, sesuai spesifikasi dan tepat waktu. Syukur kalau bisa selesai lebih cepat dari target, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh para siswa dan masyarakat," pungkasnya.

  • Tags:  

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor