Jakarta (Humas Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Utara) — Penyelenggara Kristen Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Utara, Jungjung Basani, menyatakan bahwa kegiatan Ekoteologi dan Gerakan Kebersihan Rumah Ibadah di Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat Jemaat Tugu, Jakarta Utara, merupakan wujud nyata pengamalan nilai-nilai keimanan dalam kehidupan sehari-hari, Selasa (26/5/2026).
Kegiatan yang melibatkan penyuluh agama Kristen, pelaksana layanan operasional, pengurus gereja, serta jajaran Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Utara tersebut dilaksanakan melalui penanaman pohon dan kerja bakti membersihkan lingkungan rumah ibadah.
Dalam sambutannya, Jungjung menyampaikan apresiasi kepada para penyuluh agama Kristen dan pelaksana layanan operasional yang aktif mendukung pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, sinergi berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menyukseskan program yang memberikan manfaat bagi umat dan lingkungan.
“Salut atas semangat para penyuluh dan pelaksana layanan operasional dalam membersamai kegiatan ini. Kiranya kasih Tuhan Yesus Kristus menyertai kita semua,” ujar Jungjung.
Ia menjelaskan bahwa ekoteologi merupakan pendekatan yang memadukan ajaran agama dengan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Melalui konsep tersebut, umat diajak memahami bahwa menjaga dan merawat bumi merupakan bagian dari tanggung jawab spiritual yang diberikan Tuhan kepada manusia.
Menurutnya, kesadaran menjaga lingkungan perlu terus ditumbuhkan sebagai bentuk implementasi nilai-nilai keagamaan dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan kehidupan.
“Semoga melalui kegiatan ini, kita dapat menerapkan nilai-nilai keagamaan dalam menjaga keseimbangan ekosistem demi keberlangsungan hidup di masa depan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Kegiatan, Tety Tambunan, mengatakan bahwa kegiatan Ekoteologi dan Gerakan Kebersihan Rumah Ibadah merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan sebagai tempat umat beribadah, bersekutu, dan memuliakan Tuhan.
Ia menegaskan bahwa menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab sosial, tetapi juga merupakan bagian dari panggilan iman yang perlu diwujudkan melalui tindakan nyata.
Tety berharap kegiatan yang turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Utara serta pengurus Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat Jemaat Tugu tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan rumah ibadah.
Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu mempererat kebersamaan antarumat serta menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus berkontribusi dalam upaya pelestarian lingkungan.
“Atas nama panitia, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi. Semoga semangat merawat ciptaan Tuhan dan menjaga rumah ibadah dapat terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Tety.
Melalui kegiatan ini, Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Utara terus mendorong penguatan moderasi beragama dan kepedulian lingkungan sebagai bagian dari implementasi program ekoteologi yang berdampak bagi masyarakat dan keberlanjutan alam.