Jakarta [Humas Kankemenag Jakarta Utara] --- Mengawali awal tahun 2026 M/1448 H, Kankemenag Kota Jakarta Utara menggelar dzikir dan munajat di Masjid Al-Ikhlas pada Jum'at, [2/12/2026]. Kegiatan dilakukan untuk memohon perlindungan dan kebaikan dari Allah SWT.
Tepat pukul 08.00 WIB, para ASN Muslim/Muslimah Kankemenag Kota Jakarta Utara membaca Ratibul Haddad, sebuah susunan wirid dan zikir yang terdiri dari ayat-ayat Al-Qur'an dan doa-doa pilihan yang ditulis oleh ulama asal Yaman Hadhramaut, Al-Imam wal'allaamah As-sayyid Abdullah bin 'Alawi bin Muhammad Al-Haddad, untuk memohon ketenangan dan keberkahan dalam hidup.
Diawali dengan mendengarkan arahan dan sambutan dari Kakankemenag Kota Jakarta Utara, Mawardi Abdul Gani, pembacaan Ratibul Haddad ini dipimpin oleh M. Najib [Ketua DKM Al-Ikhlas/Pelaksana Seksi PD. Pontren] yang diikuti dengan seksama oleh para pimpinan dan ASN dengan hati tenang dan khusyuk.
"Kita awal hari pertama bekerja di tahun baru dengan kegiatan yang baik [berzikir), semoga di tahun 2026 ini Allah berikan kita kesehatan dan kemudahan dalam menjalani tusi sebagai seorang ASN," buka Kakankemenag.
Rangkaian munajat yang dimohonkan para ASN pagi ini seperti dituturkan oleh Mawardi menyusul tugas berat yang diemban oleh sivitas Kankemenag Kota Jakarta Utara untuk menjaga prestasi dan capaian kinerja brilian yang telah diraih di penghujung tahun 2025 kemarin. Kakankemenag mengajak para ASN untuk bersyukur dan memohon pertolongan dari Allah.
"Ini sebuah bukti betapa kolaborasi merupakan bagian penting untuk menggalang kekuatan dan menghasilkan kinerja terbaik di tahun lalu dan di tahun-tahun mendatang," ucap Mawardi.
Ditambahkannya, prestasi Kankemenag Kota Jakarta Utara di berbagai bidang itu sejatinya bisa terus diwujudkan, dipertahankan bahkan bisa dipertahankan selama para pimpinan dan bawahan saling guyub, saling merangkul, saling mendukung. "Semoga Jakarta Utara terus solid dan maju," ujar Mawardi menyudahi sambutan.
Sementara itu, Ketua DKM Al-Ikhlas sebagai inisiator kegiatan ini mengatakan bahwa kegiatan zikir dan munajat di awal tahun 2026 M/1448 H merupakan sebuah permohonan logis seorang hamba meminta kebaikan kepada sang pencipta. "Agar menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih dekat dengan Allah dan diberkahi," pungkas M. Najib.