Jakarta (Humas MAN 7 Jakarta) — Sebanyak 174 siswa kelas XII MAN 7 Jakarta berhasil menyelesaikan penulisan buku berupa novel dalam program literasi madrasah yang dilaksanakan pada Selasa (3/3/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan akademik di lingkungan madrasah di bawah Kementerian Agama yang bertujuan meningkatkan kemampuan literasi dan kreativitas peserta didik.
Program bertajuk satu peserta didik satu buku menjadi agenda unggulan MAN 7 Jakarta yang telah dilaksanakan secara berkelanjutan sejak tahun 2015. Melalui program tersebut, setiap siswa diwajibkan menulis satu karya buku sebagai bagian dari tugas akhir sebelum menyelesaikan pendidikan di tingkat madrasah aliyah.
Guru Bahasa Indonesia kelas XII sekaligus pembimbing program, Nurkamila, menjelaskan bahwa proses penulisan dilakukan secara bertahap dengan pendampingan guru. Ia mengatakan bahwa siswa dibimbing mulai dari menentukan ide, menyusun kerangka cerita, hingga menyelesaikan naskah secara utuh.
“Program satu peserta didik satu buku merupakan program MAN 7 Jakarta yang sudah berlangsung selama 11 tahun sejak 2015. Proses menulis untuk siswa kelas XII tahun ajaran 2025/2026 ini sudah dimulai sejak bulan Juli 2025,” ujar Nurkamila.
Menurutnya, program tersebut menjadi salah satu bentuk pembinaan literasi yang konsisten dilakukan madrasah untuk meningkatkan kemampuan menulis, berpikir sistematis, serta menumbuhkan tanggung jawab siswa terhadap karya yang dihasilkan. Ia menambahkan bahwa penulisan buku merupakan tugas wajib yang harus diselesaikan siswa sebelum dinyatakan lulus.
Nurkamila juga menyampaikan bahwa kegiatan literasi ini tidak hanya melatih kemampuan akademik, tetapi juga membangun rasa percaya diri peserta didik. Melalui proses penulisan yang panjang, siswa belajar mengelola waktu, menyusun gagasan, serta menyelesaikan pekerjaan secara mandiri dengan bimbingan guru.
Salah satu siswa kelas XII C, Adib, mengaku bangga setelah berhasil menyelesaikan novel pertamanya. Ia mengatakan bahwa pengalaman menulis buku menjadi hal baru yang memberikan pelajaran berharga selama mengikuti pendidikan di MAN 7 Jakarta.
“Alhamdulillah, saya berhasil menulis novel. Novel ini merupakan karya pertama saya. Ada perasaan senang dan bangga dengan karya ini. Terima kasih kepada guru-guru MAN 7 Jakarta yang telah memberikan kami kesempatan untuk berkarya. Semoga karya kami ini bermanfaat dan menginspirasi,” tutur Adib.
Pihak madrasah menyampaikan bahwa program literasi yang dilaksanakan secara konsisten merupakan bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan di lingkungan Kementerian Agama. Melalui kegiatan tersebut, madrasah diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kreativitas dan keterampilan yang bermanfaat bagi masyarakat.