Bogor (Humas Kankemenag Kota Jakarta Utara) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Utara, Mawardi Abdul Gani, membuka secara resmi kegiatan Workshop Implementasi Pembelajaran Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta yang diselenggarakan oleh MIN 5 Jakarta di Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (24/10/2025).
Kegiatan dengan tema “Membangun Pembelajaran Bermakna, Inovatif, dan Penuh Cinta di Madrasah” ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi guru dan tenaga kependidikan dalam menghadirkan pembelajaran yang berpusat pada nilai kasih sayang dan empati.
Dalam sambutannya, Mawardi Abdul Gani menegaskan bahwa konsep pembelajaran mendalam (deep learning) menuntut pendidik untuk tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga menumbuhkan karakter dan kesadaran diri peserta didik.
“Dengan mendalami pembelajaran secara mendalam, guru dan tenaga kependidikan mampu mengajar dengan empati, kasih sayang, dan memotivasi siswa untuk mencintai ilmu, diri sendiri, sesama, serta lingkungan,” ujarnya.
Mawardi juga menekankan bahwa Kurikulum Cinta bukan sekadar pendekatan emosional, melainkan sebuah filosofi pendidikan yang mendorong terciptanya pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.
“Mari jadikan diri kita teladan bagi siswa didik sembari menerapkan kurikulum ini dengan terus membina akhlak terpuji dan membangun karakter siswa,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala MIN 5 Jakarta, Rojak, menjelaskan bahwa workshop yang berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh 45 guru dan tenaga kependidikan (GTK) dari MIN 5 Jakarta serta perwakilan KKMI Kecamatan Koja, Jakarta Utara. Kegiatan menghadirkan dua narasumber, yakni Elah Nurelah dari Penerbit Erlangga dan Eneng Hernawati dari Pusbangkom SDM dan Pendidikan Keagamaan.
Rojak menuturkan, selama workshop, peserta mendapatkan penjelasan mendalam tentang strategi pembelajaran reflektif dan konseptual yang mengintegrasikan nilai-nilai kasih sayang dalam proses kegiatan belajar mengajar (KBM).
“Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan, melainkan gerakan bersama untuk menumbuhkan budaya belajar yang inovatif dan penuh cinta di lingkungan madrasah,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan guru madrasah semakin terinspirasi untuk menghadirkan proses pembelajaran yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga menumbuhkan kecerdasan emosional dan spiritual bagi peserta didik.