Jakarta (Humas Kemenag DKI) --- Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI terus mendorong transformasi Kantor Urusan Agama (KUA) agar semakin adaptif, nyaman, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Hal itu disampaikan Dirjen Bimas Islam Kemenag RI, Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag saat melaksanakan Program KUA ASRI (Aman Sehat Resik Indah) di KUA Kelapa Gading.
Dalam arahannya, Dirjen Bimas Islam menekankan bahwa perubahan KUA tidak cukup hanya pada aspek fisik, tetapi juga harus menyentuh budaya kerja dan cara melayani masyarakat. Ia meminta seluruh jajaran untuk menjaga, merawat, dan membenahi lingkungan kantor agar masyarakat benar-benar merasakan bahwa KUA sekarang sudah berubah dan tidak lagi dipandang seperti masa lalu.
“Masyarakat juga merasakan bahwa KUA sekarang sudah berubah kok, tidak seperti dulu lagi,” ujar Dirjen Bimas Islam. Menurutnya, perubahan itu harus tampak baik dari segi bangunan, suasana pelayanan, maupun etos kerja aparatur di lingkungan KUA.
Dirjen Bimas Islam juga menyoroti pentingnya perubahan pola pendekatan layanan kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Ia mengatakan bahwa KUA saat ini tidak hanya melayani kelompok usia lama, tetapi juga sudah berhadapan dengan Gen Z, bahkan dalam waktu dekat Gen Alpha, sehingga pola komunikasi dan pelayanan perlu disesuaikan dengan karakter generasi tersebut.
“Usia kita boleh saja kita ngaku sudah tidak muda lagi, tapi pendekatan kita kepada masyarakat harus mulai disesuaikan,” ujar Abu Rokhmad. Karena itu, ia meminta para penyuluh agama, termasuk penyuluh lintas agama, untuk terus beradaptasi agar pelayanan keagamaan semakin dekat, komunikatif, dan diterima oleh masyarakat lintas generasi.
Lebih lanjut, Dirjen Bimas Islam menjelaskan bahwa semangat transformasi itu dijabarkan melalui gerakan KUA Asri, yaitu KUA yang aman, sehat, bersih, dan indah. Program tersebut, kata dia, harus diwujudkan dalam langkah-langkah konkret, termasuk membangun kepedulian terhadap persoalan kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, serta penguatan kenyamanan layanan di sekitar KUA dan rumah ibadah terdekat.
Ia menegaskan bahwa gerakan itu tidak boleh berhenti pada seremoni sesaat. Setelah kunjungan dan arahan dilakukan, seluruh jajaran diminta tetap melanjutkan praktik baik tersebut secara berkelanjutan. “Tolong tetap dipraktikkan,” pesannya.
Selain itu, Dirjen Bimas Islam meminta seluruh jajaran KUA untuk tidak minder meski berada di unit layanan paling bawah dalam struktur Kementerian Agama. Menurutnya, KUA justru menjadi ujung tombak pelayanan keagamaan yang sangat dekat dengan masyarakat.
“Karena itu, aparatur KUA harus optimistis, disiplin, terus mengembangkan kompetensi, dan berani mengambil inisiatif untuk memberikan pelayanan terbaik,” imbuhnya, Jumat (17/4).
Diakhir arahannya, Dirjen Bimas Islam mengajak seluruh jajaran untuk mensyukuri amanah sebagai ASN dan pelayan masyarakat dengan bekerja sungguh-sungguh. Ia berharap transformasi yang sedang dibangun dapat melahirkan persepsi positif di tengah masyarakat.
“Sekarang KUA sudah berubah. Kalimat ini harus menjadi semangat bersama dalam membangun wajah baru layanan KUA yang lebih baik,” pungkasnya,