Berita

Siswa MIN 9 Jakarta Selatan Raih Emas dan Perak di JISF 2026, Bukti Semangat Riset Sejak Dini

Selasa, 28 April 2026
Dibaca 373 kali
blog

Jakarta (Humas MIN 9) — Semangat riset sejak dini kembali ditunjukkan oleh siswa-siswi MIN 9 Jakarta Selatan melalui partisipasi dalam ajang Jakarta International Science Fair (JISF) 2026. Dalam kompetisi internasional tersebut, MIN 9 berhasil meraih satu medali emas dan satu medali perak.

 

Ajang yang digelar di Indonesia International Institute for Life Sciences (I3L), Jakarta Timur, Sabtu (25/4/2026), diikuti ratusan peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi, baik dari dalam maupun luar negeri seperti Vietnam dan Thailand. Kompetisi ini menjadi wadah strategis bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan riset dan inovasi sejak dini.

 

Sebanyak 10 siswa kelas IV dan V MIN 9 Jakarta Selatan berpartisipasi dalam kompetisi ini yang terbagi dalam dua tim riset, masing-masing mengusung ide inovatif dan solutif terhadap permasalahan lingkungan.

 

Tim Riset 1 yang berlaga pada kategori Environmental Science terdiri dari Muhammad Ghani Ar Rasyid, Qeanzi Ayman Al Arasy, Hafidz Rafie Rabbani, Dzakiya Keisha Zahra Kurniawan, dan Syabila Sasikirana Djauhar, di bawah bimbingan Syaukah dan Awalia Rahmi Zahara. Tim ini mengusung proyek “BIOCOMPORI (Biocompost Through Mini Biopores): Innovation in Organic Waste Management for Horticultural Plant Cultivation”.

 

Sementara itu, Tim Riset 2 pada kategori Innovation Science beranggotakan Aimar Radinka Faustin, Giovinazzi Fabian Alidi, Muhammad Jaffan Fawwaz, Kana Luzuma Urfy, dan Shabrina Rahmatul Ulya, dengan pembimbing Saripah dan Hasanudin. Tim ini menghadirkan karya “A MIJAN: Optimal Efforts to Utilize Natural Resources as a Water and Economic Security Strategy”.

 

Atas kerja keras dan dedikasi yang ditunjukkan, Tim Riset 1 berhasil meraih Gold Medal, sedangkan Tim Riset 2 meraih Silver Medal. Capaian ini menjadi prestasi gemilang di tingkat internasional sekaligus mengharumkan nama madrasah.

 

Kepala MIN 9 Jakarta Selatan, Nony Priany, menyampaikan bahwa prestasi ini merupakan hasil dari proses pembelajaran yang berkelanjutan dan bermakna.

 

“Anak-anak telah membuktikan bahwa usia bukanlah batas untuk berprestasi. Keberanian mencoba, kerja keras, dan semangat pantang menyerah menjadi nilai utama yang kami bangun. Prestasi ini adalah hasil dari karakter kuat yang terus dikembangkan,” ujarnya.

 

Salah satu anggota tim, Muhammad Ghani Ar Rasyid, mengaku bangga dapat mengikuti ajang tersebut. Ia menyebut pengalaman ini menjadi motivasi untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan riset.

 

“Saya sangat senang bisa ikut JISF. Awalnya gugup, tetapi dengan latihan dan bimbingan guru, kami menjadi lebih percaya diri,” tuturnya.

 

Penanggung jawab riset, Saripah, menjelaskan bahwa proses persiapan dilakukan secara bertahap, mulai dari penggalian ide, observasi lapangan, hingga penyusunan laporan ilmiah secara sistematis. Hal ini memberikan pengalaman nyata bagi siswa dalam mengasah kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, dan komunikatif.

 

Pembimbing lainnya, Syaukah, menambahkan bahwa pengalaman mengikuti kompetisi internasional menjadi bekal penting dalam membentuk mental kompetitif siswa sejak dini.

 

“Capaian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi siswa lain untuk lebih aktif dalam kegiatan riset dan pengembangan ilmu pengetahuan,” ujarnya.

 

Penghargaan tersebut diumumkan secara resmi dalam Awarding Ceremony pada Senin (27/4/2026), menjadi tonggak awal bagi siswa MIN 9 Jakarta Selatan untuk terus melangkah menuju prestasi yang lebih tinggi di masa depan.

  • Tags:  

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor