Jakarta (Humas Kepulauan Seribu) -- Ketua Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB), M. Adib Abdusshomad, menyampaikan apresiasi dan rasa hormatnya kepada seluruh jajaran Kanwil Kementerian Agama DKI Jakarta atas dukungan dan sinergi dalam pengembangan aplikasi IWS Sirukun.
Hal tersebut ia sampaikan dalam memberikan sambutan pembuka kegiatan Bimtek Aplikasi Early Warning System (EWS) SiRUKUN, yang bertempat di hotel Aston, Bekasi, pada Rabu (25/2/2026).
Adib secara khusus mengapresiasi peran Kepala Kanwil Kemenag DKI Jakarta yang selama ini memberikan dukungan penuh sejak awal pengembangan sistem tersebut.
“Kalau melihat historical background dari IWS yang kemudian kita namakan Sirukun, Pak Kanwil termasuk yang memberikan dukungan besar sejak awal. Alhamdulillah, berkat sinergi itu IWS Sirukun bisa terus berjalan sampai hari ini", ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mengakselerasi implementasi IWS Sirukun, khususnya di DKI Jakarta sebagai pilot project nasional.
“Saya akan kawal langsung. Kita ingin mengakselerasi IWS Sirukun yang telah dilaunching langsung oleh Bapak Menteri. Setelah pertemuan ini harus ada hasil yang nyata", tegasnya.
Adib juga menjelaskan bahwa dari sekitar 2.200 aplikasi yang tercatat di Kementerian Agama, ke depan akan dilakukan penyederhanaan menjadi sekitar 40 aplikasi prioritas. IWS Sirukun termasuk yang dipertahankan karena telah diluncurkan langsung oleh Menteri Agama dan memiliki urgensi strategis.
“Arahan pimpinan, dari 2.200 aplikasi akan dipangkas menjadi sekitar 40. Insyaallah IWS Sirukun termasuk yang akan dipertahankan dan diperkuat," ungkap Adib.
Ia menambahkan bahwa dashboard IWS Sirukun nantinya diharapkan dapat diakses langsung oleh Menteri Agama dalam forum rapat pimpinan.
“Jangan sampai saat breakfast meeting ditanya laporannya belum siap. Karena itu pilot project di Jakarta harus benar-benar berjalan optimal", tambahnya.
Lebih lanjut, Adib mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat Indonesia akan menerima kunjungan dari Oxford, Inggris, serta delegasi dari Jerman dalam rangkaian program Road to Inspire menuju International Symposium for Peace, Integrity, and Responsive Ecotheology (INSPIRE).
Momentum tersebut akan menjadi ajang menunjukkan praktik baik Indonesia dalam menjaga kerukunan umat beragama, termasuk melalui IWS Sirukun.
“Kita ingin menunjukkan kepada dunia bagaimana Indonesia menjaga kerukunan. Salah satunya melalui aplikasi ini. Kalau kita tampilkan IWS Sirukun, tentu yang dilihat pertama adalah Jakarta sebagai pilot project", tuturnya.
Ia menekankan pentingnya peran penyuluh sebagai inputer, pimpinan sebagai verifikator, serta viewer dalam memastikan validitas data agar ekosistem sistem benar-benar terbentuk dengan baik.
“Ekosistem inilah yang kita tunggu-tunggu. Input harus jalan, verifikasi harus cepat, dan viewer memastikan data itu valid. Dari situlah lahir data yang kuat untuk kita demonstrasikan di tingkat nasional maupun internasional," kata Adib.
Di akhir sambutannya, Adib juga menantang jajaran Kanwil DKI Jakarta untuk menyiapkan lokasi “Desa atau Kelurahan Sadar Kerukunan” yang representatif untuk dikunjungi delegasi internasional dalam rangkaian kegiatan Inspire.
“Saya challenge Pak Kanwil untuk menyiapkan lokus di Jakarta. Kelurahan yang benar-benar mencerminkan kemajemukan, banyak rumah ibadah, multikultural, dan layak diamplifikasi ke pentas dunia", pungkasnya.
Ia menegaskan bahwa PKUB akan terus membuka ruang pendampingan dan koordinasi agar implementasi IWS Sirukun berjalan optimal dan menjadi model praktik baik kerukunan Indonesia di mata dunia.