Jakarta (Humas Kanwil Kemenag DKI Jakarta) — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Adib, menegaskan pentingnya peran strategis guru dalam pendidikan keagamaan saat menjadi narasumber pada kegiatan “Sapa Guru” tingkat Kota Jakarta Utara, Selasa (21/4/2026).
Kegiatan ini diikuti ratusan guru dari berbagai lembaga pendidikan keagamaan, antara lain Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), Madrasah Diniyah Takmiliyah, Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), hingga Pendidikan Anak Usia Dini Al-Qur’an (PAUDQ).
Dalam arahannya, Adib menyampaikan apresiasi kepada para guru yang dinilai sebagai garda terdepan dalam menjaga keberlangsungan pendidikan keagamaan di tengah masyarakat perkotaan.
“Saya merasa haru dan bangga melihat kehadiran para guru pejuang. Bapak dan Ibu adalah ujung tombak dalam menjaga keberlangsungan pendidikan keagamaan, khususnya pendidikan Al-Qur’an di tengah dinamika masyarakat Jakarta,” ujar Adib.
Ia menegaskan bahwa kekuatan utama para guru terletak pada keikhlasan dan dedikasi dalam mengajarkan nilai-nilai Al-Islam dan Al-Qur’an. Menurutnya, semangat tersebut menjadi faktor kunci keberlangsungan lembaga pendidikan keagamaan di tengah berbagai tantangan.
“Alhamdulillah, dengan semangat yang tidak pernah padam, pendidikan Al-Qur’an, madrasah diniyah, dan pesantren di DKI Jakarta tetap eksis bahkan terus berkembang. Ini adalah buah dari ketulusan dan dedikasi para guru,” imbuhnya.
Adib juga menekankan pentingnya kegiatan “Sapa Guru” sebagai ruang dialog antara pemerintah dan para pendidik, sekaligus sarana menyerap aspirasi dalam rangka peningkatan layanan Kementerian Agama.
Selain itu, ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan DPRD yang terus berupaya memberikan bantuan kepada guru pendidikan keagamaan, meskipun masih perlu diperluas agar menjangkau seluruh penerima.
“Kami berharap ke depan seluruh guru dapat menerima dukungan yang lebih optimal, sehingga semakin termotivasi dalam mendidik generasi Qur’ani,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Adib juga menyampaikan bahwa DKI Jakarta berpotensi menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat nasional tahun 2027, bertepatan dengan peringatan lima abad Jakarta.
“Ini menjadi momentum penting dalam syiar Islam serta memperkuat peran Jakarta sebagai kota global yang berbudaya menuju Indonesia Emas 2045,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam (Pakis) Kanwil Kemenag DKI Jakarta, Bodhi Atarva Tamaswara, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan lembaga pendidikan keagamaan Islam.
Ia menjelaskan, kegiatan “Sapa Guru” bertujuan memperkuat silaturahmi antara pemerintah dan para guru, menampung aspirasi, serta mengidentifikasi kebutuhan program yang belum terakomodasi.
“Peserta kegiatan berjumlah 400 guru dari total 2.861 guru yang terdata dalam EMIS, terdiri dari 200 guru FKPQ, 150 guru FKDT, dan 50 guru PAUD Al-Qur’an,” jelas Bodhi.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa bantuan hibah dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Bank DKI telah menjangkau 1.690 guru, namun masih terdapat sekitar 1.060 guru yang belum menerima bantuan.
“Kami mengimbau agar seluruh lembaga dan guru terus memperbarui data EMIS, karena menjadi dasar utama dalam penyaluran bantuan pemerintah,” tambahnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana penguatan sinergi antara pemerintah dan para guru dalam mewujudkan pendidikan keagamaan yang berkualitas serta melahirkan generasi Qur’ani di Jakarta Utara.