Jakarta (Humas KanKemenag Jakarta Utara) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Utara, Mawardi Abdul Gani, menyampaikan bahwa ibadah puasa bukan sekadar menjalankan kewajiban syariat, tetapi menjadi sarana meraih ampunan Allah SWT. Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Kuliah Ramadan (Kurma) ba’da salat Dzuhur di Masjid Al-Ikhlas, Kamis (19/02/2026).
Mengawali siraman rohani kepada para ASN di hari pertama puasa Ramadan 1447 H, Mawardi mengutip hadis riwayat Bukhari dan Muslim tentang keutamaan puasa.
“Barang siapa berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap ampunan Allah, maka niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah dilakukan di masa lalu,” kata Mawardi.
Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas ibadah selama bulan yang penuh rahmat dan ampunan. Menurutnya, ampunan Allah diberikan kepada hamba yang menjalankan puasa dengan niat yang benar, sesuai tuntunan syariat, serta dilandasi ketulusan mengharap rida Allah SWT.
“Salah satu implikasi nyata bagi hamba yang telah diampuni dosanya adalah anugerah ekonomi yang makmur,” tuturnya.
Mawardi menjelaskan pernyataan tersebut merujuk pada QS. Nuh ayat 10–12 tentang perintah memohon ampun kepada Allah. Ia menyampaikan bahwa dalam ayat tersebut digambarkan turunnya hujan, bertambahnya harta dan keturunan, serta kebun dan sungai sebagai simbol keberkahan.
“Manfaatkan Ramadan selagi masih diberikan kesempatan dengan ikhlas karena Allah. Berpuasalah di bulan ini dengan melakukan amal-amal baik lainnya. Semoga Allah merahmati dan mengampuni kita semua,” pungkasnya.
Kegiatan Kurma 1447 H dilaksanakan setiap hari kerja, Senin hingga Kamis, usai salat Dzuhur di Masjid Al-Ikhlas. Program ini menjadi bagian dari pembinaan spiritual ASN untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan selama bulan suci Ramadan.