Jakarta (Humas MAN 6 Jakarta Timur) --- Kegiatan penguatan literasi finansial yang diikuti oleh guru, pustakawan, pegiat literasi, dan berbagai unsur masyarakat menjadi sarana peningkatan kapasitas peserta dalam memahami literasi sebagai instrumen perlindungan dari risiko kejahatan finansial. Kegiatan ini menekankan pentingnya literasi bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk generasi muda dan tenaga pendidik sebagai agen edukasi di lingkungan pendidikan.
Kepala Pusat Pemberdayaan Kemitraan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APUPPT) PPATK, Supriadi, dalam keynote speech-nya menegaskan bahwa literasi di era modern tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca teks, tetapi juga kemampuan memahami pola informasi yang berkembang di masyarakat.
“Literasi bukan sekadar membaca buku, tetapi membaca pola. Mampu membaca data, mampu mengenali pola, mencegah risiko, dan melindungi masa depan,” ujar Supriadi.
Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa peningkatan literasi masyarakat akan berdampak pada kemampuan dalam mengenali berbagai modus kejahatan keuangan, memahami risiko transaksi mencurigakan, serta mengambil keputusan yang lebih bijak dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.
Salah satu peserta kegiatan, Endang yang juga Guru Ekonomi MAN 6 Jakarta Timur, menekankan pentingnya penguatan literasi finansial sebagai benteng perlindungan bagi peserta didik di era digital. Menurutnya, perkembangan teknologi harus diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis dan kewaspadaan terhadap potensi kejahatan finansial.
“Siswa perlu dikuatkan literasi sebagai benteng finansial sehingga memiliki kewaspadaan terhadap kejahatan modern dan pentingnya menjaga data pribadi. Mereka juga tidak boleh sekadar mengikuti tren, tetapi harus memahami dampak dari setiap keputusan,” ujarnya.
Endang menambahkan bahwa edukasi literasi finansial perlu diberikan sejak dini agar peserta didik mampu mengelola informasi, memahami risiko investasi, serta menghindari praktik penipuan dan investasi ilegal yang marak di ruang digital.
Partisipasi guru MAN 6 Jakarta Timur dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian Agama dalam memperkuat kapasitas pendidik menghadapi tantangan era digital. Penguatan literasi finansial diharapkan dapat diintegrasikan dalam proses pembelajaran dan pembentukan karakter peserta didik.
Kegiatan ini juga sejalan dengan semangat “Madrasah Maju, Bermutu, Mendunia”, di mana penguatan kompetensi guru menjadi bagian penting dalam mencetak generasi yang cerdas, berintegritas, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Melalui kegiatan ini, MAN 6 Jakarta Timur memperkuat perannya sebagai lembaga pendidikan yang responsif terhadap isu strategis masyarakat. Penguatan literasi finansial diharapkan tidak hanya berdampak pada dunia pendidikan, tetapi juga mendukung terwujudnya sumber daya manusia yang lebih bijak, aman secara digital, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global.