Jakarta (Humas Kankemenag Kota Jakarta Barat) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Barat, Saiful Amri, mendorong MAN 12 Jakarta untuk memperkuat perencanaan dan pengembangan madrasah melalui penerapan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) dalam penyusunan program kerja Tahun Ajaran 2026/2027. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Rapat Kerja Evaluasi dan Penyusunan Program Kerja MAN 12 Jakarta yang berlangsung di Ruang Multimedia MAN 12 Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Kegiatan yang diikuti 56 peserta tersebut menjadi forum strategis untuk mengevaluasi capaian program sebelumnya sekaligus merumuskan langkah-langkah pengembangan madrasah yang lebih terarah, terukur, dan akuntabel. Rapat kerja juga menjadi momentum untuk menyelaraskan arah kebijakan serta memperkuat komitmen seluruh unsur madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Dalam arahannya, Saiful Amri menjelaskan bahwa analisis SWOT merupakan instrumen penting dalam proses pengambilan keputusan dan penyusunan strategi yang efektif serta adaptif terhadap berbagai tantangan pendidikan. Menurutnya, madrasah perlu mampu mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan internal, sekaligus memanfaatkan peluang yang tersedia untuk meningkatkan prestasi dan daya saing.
“Dalam merumuskan strategi yang kompetitif, bapak dan ibu dapat menggunakan kekuatan yang dimiliki untuk memanfaatkan peluang dalam meraih prestasi. Rumuskan strategi yang tepat dengan memaksimalkan keunggulan dan meminimalkan segala risiko,” ujar Saiful.
Ia menegaskan bahwa perencanaan yang matang akan membantu madrasah menghadapi berbagai perubahan dan tuntutan zaman. Dengan strategi yang tepat, madrasah diharapkan mampu terus berkembang, meningkatkan kualitas layanan pendidikan, serta menghasilkan lulusan yang unggul dan berkarakter.
Pada kesempatan tersebut, Saiful Amri juga menyampaikan apresiasi kepada para guru dan tenaga kependidikan yang terus mengabdikan diri untuk kemajuan madrasah. Menurutnya, guru memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pendidikan yang tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter generasi masa depan.
“Guru memiliki peran besar dalam menentukan kualitas generasi 20 hingga 30 tahun mendatang. Bapak dan ibu adalah ujung tombak yang membentuk karakter sekaligus membimbing peserta didik menuju masa depan yang lebih baik,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala MAN 12 Jakarta, Ade Ni’mah, dalam laporannya menyampaikan bahwa rapat kerja dilaksanakan untuk menyamakan persepsi seluruh warga madrasah dalam menyusun program kerja yang selaras dengan kebutuhan dan target pengembangan lembaga.
Ia berharap seluruh peserta dapat berkontribusi aktif dalam merumuskan program yang inovatif, realistis, dan berdampak bagi peningkatan mutu madrasah. Melalui sinergi yang kuat, setiap program yang dirancang diharapkan mampu mendukung pencapaian visi dan misi madrasah secara optimal.
Rapat kerja ini menjadi langkah penting MAN 12 Jakarta dalam memperkuat tata kelola kelembagaan, meningkatkan kualitas layanan pendidikan, serta mewujudkan madrasah yang unggul, adaptif, dan berdaya saing. Dengan perencanaan yang berbasis data dan strategi yang terukur, MAN 12 Jakarta optimistis mampu melahirkan berbagai prestasi serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan madrasah di Jakarta Barat.