Jakarta (Humas Kankemenag Kota Jakarta Barat) — Kementerian Agama terus memperkuat pembinaan keagamaan sejak usia dini melalui kegiatan Peragaan Manasik Haji yang diikuti 1.100 murid TKQ–TPQ dari 30 lembaga mitra binaan Lembaga Pembinaan Generasi Dini Muslim (LPGDM) Ri’ayatul Ummah. Pada kegiatan yang berlangsung di AMTC Tangerang, Minggu (23/11/2025), Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam Kanwil Kemenag DKI Jakarta, Bodhi Artava Tamaswara, menegaskan pentingnya menanamkan nilai keagamaan melalui praktik langsung.
Ia menjelaskan bahwa anak usia dini cenderung meniru apa yang dilihat dan dipraktikkan, sehingga manasik menjadi metode efektif untuk membentuk pemahaman ibadah haji sejak awal. “Haji adalah panggilan Allah. Dan suatu saat nanti, insyaallah anak-anak semua melaksanakan haji yang sesungguhnya,” ujar Bodhi Artava. Ia juga mengajak para siswa untuk rajin mengaji, menjaga salat, dan berbakti kepada orang tua sebagai bekal agar kelak dapat menjadi tamu Allah di Tanah Suci.
Menurutnya, peragaan manasik bukan hanya pengenalan rukun Islam kelima, melainkan juga sarana memupuk keimanan dan ketakwaan sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Ia menyampaikan apresiasi kepada Ri’ayatul Ummah karena pembinaan ini membantu anak-anak memahami tahapan haji secara menyeluruh. “Ini awal yang bagus untuk anak-anak usia dini, karena dari praktik ini bisa disimpan di memori mereka,” jelasnya. Ia berharap pengalaman tersebut menjadi landasan bagi anak-anak untuk melaksanakan haji yang sebenarnya di masa mendatang.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Kemenag Kota Jakarta Barat, Saiful Amri, turut hadir dan dipercaya menjadi Amirul Haj untuk menyampaikan Khutbah Arafah kepada para peserta.
Peragaan Manasik Haji dimulai pukul 07.30 WIB dan mencakup rangkaian lengkap, mulai dari ihram, wukuf di Padang Arafah, mabit di Muzdalifah, melempar jumrah aqabah, tawaf ifadah, sa’i antara Shafa dan Marwah, hingga tahallul. Program ini menjadi bukti nyata komitmen Kementerian Agama dalam memberikan pendidikan keagamaan yang berkualitas dan berdampak bagi masyarakat sejak usia dini.