Berita

Perdalam Ilmu Agama, Penyuluh Agama Islam Ikuti Kajian Tasawuf Ar-Risalah Al-Qusyairiyyah

Rabu, 8 Juli 2026
Dibaca 174 kali
blog

Penyuluh Agama Islam

Jakarta [Humas Kankemenag Jakarta Utara] --- Penyuluh Agama memiliki kewajiban untuk terus belajar dan memperdalam ilmu agama. Proses belajar ini merupakan bagian dari upaya menjaga kompetensi, menyesuaikan diri dengan isu-isu baru (seperti memberikan edukasi keagamaan yang relevan), dan menjadi panutan yang baik bagi umat di tengah masyarakat yang majemuk.

 

Hal tersebut dilakukan oleh Penyuluh Agama Islam Kankemenag Kota Jakarta Utara, Agus Ariyanto dengan rutin mengikuti Kajian Tasawuf Kitab Ar-Risalah Al-Qusyairiyyah yang diselenggarakan oleh Channel Qolbu Qur'an dengan narasumber Prof. Nasaruddin Umar, Menteri Agama RI. Rabu, [8/7/2026].

 

"Alhamdulillah saya masih diberi kesempatan untuk belajar dan mendalami ilmu tasawuf kepada pakar atau ahlinya. Tapi tujuan utama saya menuntut ilmu adalah taqorrub kepada Allah SWT," kata Agus kepada tim Humas.

 

Kata Agus, pertemuan ke-255 secara online yang dimulai dari pukul 05.00 - 07.00 WIB tersebut diikuti oleh 300 jama'ah Qolbu Qur'an dari berbagai daerah baik dalam negeri maupun luar negeri. Menteri Agama menyampaikan tingkatan keyakinan manusia pada Bab Ilmu Yaqin (QS. 102:5), 'Ainul Yaqin (QS. 102:7 , dan Haqqul Yaqin (QS.56:95).

 

"Ilmul Yaqin diperoleh dengan deduksi akal yang sifatnya masih pengetahuan generik dan masih makro, knowledge, teoritis dan belum empiris. Ilmul Yaqin itu untuk pemilik akal dan masih berada di tingkatan pertama," kata Agus menirukan penyampaian Menag Nasaruddin.

 

Penjelasan Menag soal 'Ainul Yaqin seperti disampaikan oleh Agus adalah sesuatu yang adanya dengan hukum bayan [Penjelasan] atau dengan kasyaf dan nawajil.

 

"Suatu keberadaan yang dibuktikan dengan pengalaman empiris disertai dengan dalil yang tegas. 'Ainul Yaqin itu untuk pemilik ilmu dan berada di tingkat pertengahan," kata Nasaruddin, ditirukan oleh Agus.

 

Adapun penjelasan Menag soal Haqqul Yaqin adalah suatu keberadaan yang terang dan meyakinkan dengan pengalaman empiris, dan pembuktian dalil. "Kata Menag, Haqqul Yaqin itu puncak kebenaran karena berada di tingkat tertinggi dalam hal keyakinan," lanjut Agus.

 

Pada akhirnya, Menag berpesan kepada seluruh peserta kajian agar mencari guru dan ilmu yang bisa mengantarkan dirinya sampai ke tingkat Haqqul Yaqin sebab Haqqul Yaqin disebut Menag sebagai pemilik makrifat sejati. 

 

"Sebagai seorang Penyuluh, tentunya kami tidak boleh berhenti memperdalam pengetahuan agar materi bimbingan yang disampaikan kepada masyarakat selalu relevan, akurat, dan bijaksana," kata Agus.

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor