Berita

Penyuluh Agama KUA Kepulauan Seribu Selatan Tanamkan Ilmu dan Iman Siswa SMK 61 Jakarta

Selasa, 6 Januari 2026
Dibaca 343 kali
blog

Pulau Tidung, Jakarta (Humas Kepulauan Seribu) -- Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan kembali melaksanakan kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan Agama Islam bagi peserta didik, yang berlangsung ba’da Sholat Maghrib berjamaah di Mushola Baitul Ilmi, Asrama SMK Negeri 61 Jakarta, di Pulau Tidung, pada selasa (6/1/2026).


Kegiatan diawali dengan pelaksanaan Sholat Maghrib berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi keagamaan yang bertujuan untuk membangun kesadaran intelektual dan spiritual para siswa sebagai bekal dalam menatap masa depan.


Materi pertama disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam, Abdul Rofik, dengan mengangkat tema “Pentingnya Menuntut Ilmu di Usia Muda”. 


Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa masa muda merupakan fase emas yang sangat menentukan arah kehidupan seseorang.


“Usia muda adalah waktu terbaik untuk menuntut ilmu, karena pada masa inilah semangat, daya ingat, dan peluang masih terbuka lebar,” ujarnya.


Menurutnya, kesempatan belajar di usia muda harus dimanfaatkan secara optimal karena fase tersebut tidak akan terulang kembali di masa mendatang.


“Jika masa muda disia-siakan tanpa ilmu, maka penyesalan sering kali datang di usia dewasa,” tambahnya.


Ia juga menjelaskan bahwa Islam memandang ilmu sebagai jalan menuju kemuliaan hidup, sehingga menuntut ilmu tidak hanya sebatas capaian akademik, tetapi juga mencakup pembentukan karakter, kedisiplinan, serta tanggung jawab.


“Ilmu yang dibarengi dengan akhlak mulia akan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga beradab,” tegas Abdul Rofik.


Generasi muda yang berilmu, lanjutnya, akan lebih siap menghadapi tantangan zaman dan mampu mengambil keputusan hidup secara bijak.


“Ilmu adalah cahaya yang akan menuntun seseorang dalam menentukan arah hidupnya,” pungkasnya.


Selanjutnya, materi kedua disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam Muhammad Fikri Adrian, dengan tema “Mensyukuri Nikmat Keimanan”. Dalam pemaparannya, ia mengajak para siswa untuk menyadari bahwa iman merupakan nikmat terbesar yang sering kali luput dari rasa syukur.


“Nikmat iman adalah anugerah paling berharga yang Allah berikan, namun sering kali baru disadari ketika iman itu mulai melemah,” tuturnya.


Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa keimanan tidak hanya berupa keyakinan dalam hati, tetapi harus tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Menurutnya, rasa syukur atas nikmat iman dapat diwujudkan dengan menjaga ibadah, memperbaiki akhlak, serta menjauhkan diri dari perbuatan yang dapat merusak masa depan.


“Mensyukuri iman berarti menjaga sholat, berakhlak baik, dan menjauhi hal-hal negatif yang dapat menghancurkan cita-cita,” jelasnya.


Menutup materinya, Fikri menegaskan bahwa generasi muda yang memiliki keimanan kuat akan memiliki pegangan moral yang kokoh dalam menjalani kehidupan.


“Dengan iman yang kuat, generasi muda tidak mudah terombang-ambing oleh pengaruh negatif dan mampu menentukan pilihan hidup yang benar,” tandasnya.


Kegiatan bimbingan dan penyuluhan agama Islam ini berlangsung dengan khidmat dan mendapat sambutan positif dari para siswa asrama. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan peserta didik SMK Negeri 61 Jakarta dapat menumbuhkan semangat menuntut ilmu sejak usia muda serta lebih mensyukuri nikmat keimanan sebagai fondasi dalam membangun masa depan yang lebih baik.

  • Tags:  

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor