Berita

Penyuluh Agama Islam Koja Kenalkan Metode Tahsinul Qiro'ah Kepada Warga Binaan

Kamis, 7 Mei 2026
Dibaca 626 kali
blog

Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Koja, Darmi AR

Jakarta (Humas Kankemenag Jakarta Utara) — Penyuluh Agama Islam Kecamatan Koja, Darmi AR, terus mengintensifkan pembinaan tahsinul qira’ah Al-Qur’an kepada jamaah binaannya di wilayah Jakarta Utara. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kemampuan masyarakat dalam membaca Al-Qur’an secara baik dan benar sesuai kaidah tajwid serta makhraj huruf. Kamis (07/05/2026).

 

Selain membimbing perbaikan bacaan Al-Qur’an, Darmi juga mengenalkan metode pemahaman makna ayat melalui pendekatan kata per kata agar jamaah lebih mudah memahami kandungan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

 

“Saat ini kami membimbing jamaah tidak hanya memperbaiki bacaan, tetapi juga memahami arti literal ayat Al-Qur’an dengan pendekatan per-kata agar lebih mudah dihayati dan diamalkan dalam kehidupan,” ujar Darmi kepada tim Humas.

 

Sebagai Penyuluh Agama Islam Ahli Muda pada KUA Kecamatan Koja, Darmi secara rutin melaksanakan pembinaan di berbagai majelis taklim, mushala, rumah jamaah, hingga tempat-tempat pembelajaran Al-Qur’an di wilayah binaannya. Metode tahsin dan tadabbur sederhana yang diterapkannya dinilai efektif membantu jamaah memperbaiki kualitas bacaan sekaligus memahami pesan-pesan Al-Qur’an.

 

“Setelah diperbaiki makhraj, hukum tajwid, dan panjang pendek bacaan, jamaah kemudian dibimbing memahami arti kata demi kata agar lebih mudah menghayati kandungan ayat,” jelasnya.

 

Menurut Darmi, sasaran utama pembinaan saat ini adalah ibu-ibu pengajian yang ingin belajar membaca Al-Qur’an dari dasar maupun meningkatkan kualitas bacaan yang sudah dimiliki. Antusiasme jamaah terhadap program pembinaan tersebut terus meningkat karena metode pembelajaran yang sederhana dan mudah dipahami.

 

Ia menegaskan bahwa tugas penyuluh agama tidak hanya menyampaikan materi keagamaan, tetapi juga menjadi pembimbing umat dalam memahami ajaran Islam secara tepat dan moderat.

 

“Melalui tahsinul qira’ah, kami berharap masyarakat dapat membaca Al-Qur’an dengan benar sehingga tidak terjadi kesalahan dalam penyebutan huruf maupun harakat yang dapat memengaruhi makna ayat,” tuturnya.

 

Program pembinaan Al-Qur’an yang dilakukan Penyuluh Agama Islam ini menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama dalam memperkuat literasi keagamaan masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pemahaman umat terhadap Al-Qur’an secara komprehensif.

 

Dengan pendekatan pembelajaran yang humanis dan berkelanjutan, diharapkan masyarakat semakin termotivasi untuk mempelajari Al-Qur’an, memperbaiki bacaan, serta mengamalkan nilai-nilai ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.

 

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor