Berita

Pembiasaan Pagi MAN 7 Jakarta Tekankan Makna Jihad Menuntut Ilmu, Perkuat Karakter Siswa

Kamis, 13 November 2025
Dibaca 393 kali
blog

Pembiasaan Pagi di MAN 7 Jakarta memahas makna jihad dalam menuntut ilmu pada Rabu, (12/11/2025)

Jakarta (Humas MAN 7 Jakarta) — Kegiatan pembiasaan pagi di Masjid Daaruth Thalibin MAN 7 Jakarta pada Rabu (12/11/2025) berlangsung khidmat dan sarat pesan edukatif. Kegiatan rutin yang menjadi bagian dari program pembinaan karakter Kementerian Agama ini diisi dengan kajian QS. At-Taubah ayat 41 bertema “Berangkatlah dalam Keadaan Ringan Maupun Berat dalam Berjihad,” disampaikan oleh penceramah madrasah. Kegiatan dihadiri kepala madrasah, jajaran wakil kepala, wali kelas, guru BK, serta staf humas.

 

Dalam ceramahnya, penceramah menjelaskan bahwa jihad tidak selalu bermakna peperangan, melainkan juga perjuangan menuntut ilmu dan melakukan kebaikan. “Menuntut ilmu adalah bentuk jihad di jalan Allah. Jihad bisa dilakukan dengan harta, tenaga, dan pikiran,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa semangat belajar, ketekunan, dan kesabaran menghadapi kesulitan merupakan bentuk jihad yang bernilai tinggi.

 

Peserta didik diajak memahami bahwa perjuangan menuntut ilmu membutuhkan kesungguhan dan keikhlasan. Penceramah menekankan agar siswa tidak mudah menyerah saat menghadapi ujian atau hambatan belajar. Setiap bentuk kesabaran, katanya, akan berbuah pahala bagi mereka yang bersungguh-sungguh.

 

Ia juga mengaitkan makna jihad dengan keseimbangan antara jasmani, rohani, dan pikiran. “Seseorang yang menjaga keseimbangan jasmani, rohani, dan pikirannya akan menjadi pribadi yang kuat dan bermanfaat,” tuturnya. Hal ini menjadi pengingat penting bagi peserta didik untuk menjaga gaya hidup sehat sekaligus memperkuat spiritualitas.

 

Kegiatan berlangsung tenang dan tertib, mencerminkan keseriusan siswa dalam menyerap nilai-nilai yang disampaikan. Pembiasaan pagi di MAN 7 Jakarta tidak hanya memperkuat spiritualitas, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter disiplin, tangguh, serta berakhlak mulia—selaras dengan program pembinaan peserta didik Kementerian Agama.

 

Kepala MAN 7 Jakarta menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. “Alhamdulillah, terima kasih kepada penceramah dan para guru yang telah membersamai peserta didik. Semoga pembiasaan ini membawa manfaat dan keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.

 

Ia menambahkan bahwa kebiasaan baik seperti ini perlu terus dipertahankan sebagai bagian dari pembentukan karakter siswa. “Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten akan membawa manfaat besar. Anak-anak belajar memahami setiap ayat dengan hati dan pikiran terbuka,” tutupnya.

  • Tags:  

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor