Jakarta (Humas MAN 6 Jakarta) — Kementerian Agama terus mendorong penguatan pendidikan karakter di madrasah melalui penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan penyusunan modul ajar yang diselenggarakan di MAN 6 Jakarta sebagai bagian dari peningkatan kualitas pembelajaran.
Kepala MAN 6 Jakarta dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ini penting untuk memastikan proses pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter peserta didik. Ia menegaskan bahwa modul ajar yang disusun guru harus mampu mengintegrasikan nilai pengetahuan dan pembinaan akhlak.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan modul ajar yang disusun tidak hanya mencakup pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter siswa yang lebih utuh dan berbudi pekerti,” ujarnya.
Pelatihan tersebut menghadirkan Susiana Manisih, Pengawas Madrasah Aliyah Jakarta Timur sekaligus Tim Pengembang Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Kementerian Agama RI. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta merupakan paradigma baru dalam pendidikan yang menempatkan nilai kemanusiaan dan spiritualitas sebagai fondasi pembelajaran.
Susiana menuturkan bahwa KBC bukan sekadar konsep teoritis, melainkan sebuah gerakan pendidikan yang bertujuan menciptakan proses belajar yang lebih sadar, bermakna, dan menyenangkan bagi siswa. Menurutnya, pendekatan ini relevan dengan tantangan pendidikan saat ini yang menuntut keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan emosional.
“Kurikulum Berbasis Cinta adalah gerakan untuk menjadikan pendidikan lebih mindful, meaningful, dan joyful bagi siswa,” kata Susiana.
Dalam pelatihan tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan alur pembelajaran ARKA (Aktivitas, Refleksi, Konsep, dan Aplikasi). Metode ini mendorong guru untuk merancang pembelajaran berbasis pengalaman langsung, refleksi, pemahaman konsep, serta penerapan nilai dalam kehidupan sehari-hari.
Susiana menjelaskan secara tidak langsung bahwa melalui alur ARKA, siswa diharapkan tidak hanya menerima informasi, tetapi mampu memahami makna pembelajaran dan mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata.
Selain itu, pelatihan ini menekankan pentingnya integrasi nilai Panca Cinta, yakni cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, cinta diri, cinta sesama, cinta lingkungan, dan cinta tanah air, ke dalam setiap modul ajar. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat peran guru sebagai pendidik sekaligus pembimbing karakter.
Pelatihan ini dinilai menjadi langkah strategis dalam mendukung kebijakan Kementerian Agama untuk mewujudkan madrasah yang unggul secara akademik dan berkarakter. Melalui penerapan Kurikulum Berbasis Cinta, MAN 6 Jakarta diharapkan mampu melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak, serta memiliki kepedulian sosial dan spiritual yang kuat.
Kegiatan ini juga diharapkan memberikan dampak berkelanjutan bagi peningkatan mutu pendidikan madrasah, sekaligus memperkuat kontribusi Kementerian Agama dalam membangun sumber daya manusia yang berintegritas dan berdaya saing.