Jakarta (Humas MTsN 9 Jakarta) — MTsN 9 Jakarta turut berpartisipasi dalam Puncak Festival Literasi Keagamaan 2025 yang digelar di Auditorium HM Rasyidi, Kementerian Agama RI, Jl. MH Thamrin, pada Kamis (20/11/2025). Festival yang mengusung tema “Merajut Keragaman, Menebar Cinta, dan Menjaga Semesta” ini menghadirkan berbagai lembaga pendidikan, komunitas literasi, tokoh agama, serta pelajar dari seluruh Indonesia.
Kehadiran MTsN 9 Jakarta menjadi bentuk dukungan nyata terhadap program literasi dan penguatan moderasi beragama yang terus digalakkan Kementerian Agama. Suasana auditorium tampak semarak dengan rangkaian penampilan budaya nasional seperti Tari Bali, Tari Saman, dan Tari Betawi, yang melambangkan kekayaan seni Nusantara dalam bingkai keberagaman.
Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, hadir dan disambut dengan Tari Bali sebagai bentuk penghormatan budaya. Salah satu rangkaian penting acara adalah doa lintas agama yang dipimpin oleh perwakilan dari berbagai agama di Indonesia. Doa bersama ini menjadi simbol persaudaraan, kerukunan, dan penghormatan antarumat beragama.
Dalam sambutannya, Menteri Agama menegaskan bahwa literasi keagamaan bukan sekadar kemampuan membaca teks, tetapi juga memahami realitas kehidupan. “Kita berasal dari Yang Satu dan akan kembali kepada Yang Satu,” ujarnya. Ia menekankan bahwa setiap tindakan manusia harus memuliakan nilai ketuhanan sekaligus menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Pesan tersebut menguatkan pemahaman bahwa literasi adalah jalan untuk menumbuhkan empati, toleransi, dan harmoni sosial.
Pada kesempatan yang sama, Kementerian Agama memberikan Anugerah Literasi Keagamaan 2025 kepada tiga tokoh nasional yang dinilai berjasa menguatkan moderasi beragama dan ruang dialog lintas iman: Prof. Nur Syam sebagai Penggerak Literasi Moderasi Beragama, Prof. Kembong Daeng sebagai Pelestari Literasi Berbasis Kearifan Lokal, serta Greg Soetomo sebagai Penggagas Dialog Lintas Iman.
Perwakilan MTsN 9 Jakarta menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam festival ini memberikan pengalaman berharga untuk memperkuat budaya literasi keagamaan di madrasah. Kegiatan tersebut juga membuka ruang kolaborasi lintas lembaga serta memperkaya wawasan siswa terhadap pentingnya hidup rukun dalam keberagaman.
Melalui partisipasi ini, MTsN 9 Jakarta menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program literasi baik keagamaan maupun umum sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik yang cerdas, toleran, dan cinta damai. Madrasah berharap nilai-nilai moderasi beragama yang dipelajari dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai kontribusi positif bagi masyarakat.