Jakarta (Humas MTsN 41 Al Azhar Asy Syarif) — MTsN 41 Al Azhar Asy Syarif Jakarta terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan madrasah yang peduli dan berbudaya lingkungan melalui pendampingan pengisian Aplikasi Sistem Informasi Adiwiyata (SIDIA) bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan dokumen dan inovasi program Adiwiyata sebagai bagian dari peningkatan kualitas pengelolaan lingkungan di madrasah.
Pendampingan dilaksanakan secara intensif dengan menghadirkan Cindy Triwahyuning Saputri dari Dinas Lingkungan Hidup sebagai narasumber. Kegiatan tersebut diikuti Tim Adiwiyata MTsN 41 Al Azhar Asy Syarif yang terdiri atas Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan Sri Suyamti, Alfrielintina Rina, Siti Nurahma, dan Fifi Wijaya.
Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan verifikasi data, penyelarasan dokumen, pengunggahan bukti pendukung, serta penyempurnaan berbagai inovasi lingkungan yang telah dilaksanakan di lingkungan madrasah. Pendampingan juga menjadi forum diskusi untuk memastikan seluruh indikator penilaian Adiwiyata terpenuhi secara optimal.
Cindy Triwahyuning Saputri menjelaskan bahwa pengisian aplikasi SIDIA harus didukung dengan administrasi yang lengkap, dokumentasi kegiatan yang valid, serta inovasi lingkungan yang berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan Program Adiwiyata tidak hanya diukur dari kelengkapan dokumen, tetapi juga dari tumbuhnya budaya peduli lingkungan yang menjadi kebiasaan seluruh warga madrasah.
"Program Adiwiyata bukan hanya tentang kelengkapan dokumen, tetapi bagaimana budaya peduli lingkungan benar-benar menjadi kebiasaan seluruh warga sekolah. Aplikasi SIDIA menjadi media untuk mendokumentasikan setiap praktik baik yang telah dilaksanakan sehingga dapat terukur, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata," ujarnya.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Sri Suyamti, mengatakan MTsN 41 Al Azhar Asy Syarif secara konsisten mengembangkan berbagai program berbasis lingkungan, di antaranya pengelolaan sampah, hidroponik, pembuatan eco enzyme, penghijauan, konservasi air, kantin sehat, serta pembiasaan perilaku ramah lingkungan yang melibatkan seluruh warga madrasah.
Menurutnya, pendampingan pengisian SIDIA menjadi momentum penting untuk memastikan seluruh praktik baik yang telah dilaksanakan terdokumentasi secara sistematis sebagai bagian dari persiapan menuju predikat Adiwiyata yang lebih tinggi.
"Kami terus membangun kolaborasi dan budaya peduli lingkungan di madrasah. Pendampingan pengisian SIDIA menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh inovasi yang telah dilakukan terdokumentasi dengan baik sebagai bagian dari komitmen MTsN 41 dalam mewujudkan madrasah yang hijau, sehat, dan berkelanjutan," ungkap Sri Suyamti.
Selama pendampingan, Tim Adiwiyata juga membahas strategi penguatan indikator penilaian, penyempurnaan dokumen pendukung, serta pengembangan berbagai inovasi lingkungan yang akan diimplementasikan pada tahun pelajaran mendatang.
Melalui sinergi antara MTsN 41 Al Azhar Asy Syarif dan Dinas Lingkungan Hidup, madrasah optimistis mampu meningkatkan kualitas pelaksanaan Program Adiwiyata. Upaya ini tidak hanya mendukung terwujudnya lingkungan madrasah yang bersih, sehat, dan lestari, tetapi juga memperkuat pendidikan karakter peserta didik agar memiliki kepedulian terhadap pelestarian lingkungan sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai keislaman dan pembangunan berkelanjutan.