Jakarta (Humas MTsN 34 Jakarta) — MTsN 34 Jakarta menggelar Bimbingan Teknis Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Rapat Kerja (Raker) Tahun Pelajaran 2026/2027 pada Rabu (17/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Kelas 7.4 tersebut diikuti seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) MTsN 34 Jakarta serta dijadwalkan berlangsung hingga 24 Juni 2026.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Adib, dan dihadiri Kepala Tim Kerja Guru Kanwil Kemenag DKI Jakarta Anang Setiawan, Pengawas Madrasah Panji Sudarmaji, Ketua Komite Madrasah Asep Saepudin, serta seluruh civitas akademika MTsN 34 Jakarta.
Dalam sambutannya, Adib menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan semangat seluruh GTK MTsN 34 Jakarta dalam memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat. Menurutnya, berbagai keterbatasan yang dimiliki madrasah tidak menjadi penghalang untuk terus menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing.
“Semangat luar biasa yang ditunjukkan para guru dan tenaga kependidikan membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah hambatan untuk memberikan yang terbaik bagi kemajuan madrasah,” ujar Adib.
Ia juga menyebut MTsN 34 Jakarta sebagai “The Little Queen” atau “si kecil cabe rawit”. Julukan tersebut diberikan karena MTsN 34 Jakarta merupakan salah satu madrasah negeri dengan jumlah rombongan belajar yang relatif kecil, namun mampu menghadirkan berbagai program unggulan, seperti tahfiz Al-Qur’an, Adiwiyata, Smart Method Bil Qolam, serta pembiasaan berbahasa Inggris dan Arab.
Menurut Adib, program-program tersebut menjadi modal penting dalam membentuk peserta didik yang unggul, berkarakter, dan memiliki kompetensi yang dibutuhkan pada masa depan. Ia berharap lulusan MTsN 34 Jakarta mampu menunjukkan keunggulan baik dalam aspek akademik maupun penguatan karakter keagamaan.
Dalam arahannya, Adib menekankan pentingnya penguatan dasar keilmuan peserta didik melalui ketuntasan dan ketercapaian kurikulum di madrasah. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan pendidikan sangat ditentukan oleh keteladanan, kekompakan, dan semangat para pendidik dalam mendampingi peserta didik.
Selain itu, Adib menegaskan bahwa implementasi Kurikulum Berbasis Cinta merupakan sebuah keniscayaan dalam dunia pendidikan. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga harus berlandaskan nilai-nilai cinta kepada Allah, ilmu pengetahuan, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, serta tanah air.
“Cinta harus menjadi ruh pendidikan madrasah. Dengan demikian, proses pembelajaran akan meninggalkan kesan mendalam dan menjadi bekal berharga bagi peserta didik dalam menjalani kehidupannya di masa mendatang,” katanya.
Melalui kegiatan Bimtek KBC dan Raker ini diharapkan semakin memperkuat kualitas perencanaan program, pengembangan kurikulum, serta peningkatan mutu layanan pendidikan. Di tengah keterbatasan sarana dan prasarana, semangat pengabdian seluruh GTK diharapkan terus tumbuh sehingga mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap madrasah sebagai lembaga pendidikan yang unggul, terpercaya, dan berprestasi.