Jakarta (Humas MTsN 29 Jakarta) — MTsN 29 Jakarta melakukan pembinaan intensif kepada siswa yang tergabung dalam tim Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program penguatan prestasi akademik madrasah di bawah pembinaan Kementerian Agama dalam mendorong peningkatan kompetensi riset dan inovasi peserta didik.
Pembinaan dilakukan melalui pendampingan langsung oleh guru pembimbing serta penguatan program oleh tim manajemen madrasah. Para siswa yang tergabung dalam tim OPSI tampak mengikuti sesi bimbingan secara rutin untuk mempersiapkan proposal dan proyek penelitian yang akan diikutsertakan dalam kompetisi tingkat nasional.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Sarana Prasarana dan Mutu MTsN 29 Jakarta, Satya Wicaksono, memberikan arahan kepada peserta didik agar memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai sarana mengembangkan kemampuan akademik. Ia menjelaskan bahwa OPSI menjadi salah satu ajang penting dalam menumbuhkan budaya penelitian di lingkungan madrasah.
“OPSI adalah kesempatan emas bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan penelitian dan inovasi. Kami percaya bahwa siswa MTsN 29 Jakarta memiliki potensi besar untuk berprestasi di tingkat nasional bahkan internasional,” ujar Satya Wicaksono saat memberikan motivasi kepada tim OPSI, Kamis (5/3/2026).
Menurut Satya, proses penelitian membutuhkan kedisiplinan, kerja sama, dan ketekunan. Ia menekankan bahwa setiap anggota tim harus mampu membagi tugas secara terencana serta aktif berdiskusi dengan guru pembimbing agar hasil penelitian dapat disusun secara sistematis dan sesuai dengan kaidah ilmiah.
Ia juga menyampaikan bahwa pembinaan prestasi yang dilakukan madrasah merupakan bagian dari program peningkatan mutu pendidikan di lingkungan Kementerian Agama. Melalui kegiatan tersebut, siswa didorong untuk tidak hanya unggul dalam pembelajaran di kelas, tetapi juga mampu menghasilkan karya ilmiah yang bermanfaat.
Selama tahap persiapan intensif, siswa mendapatkan pendampingan mulai dari penentuan tema penelitian, penyusunan proposal, pengumpulan data, hingga penyusunan laporan ilmiah. Program pembinaan dilakukan secara terjadwal agar proses persiapan berjalan efektif tanpa mengganggu kegiatan belajar mengajar.
Pihak madrasah menyampaikan bahwa pembinaan OPSI diharapkan dapat melahirkan karya penelitian yang berkualitas sekaligus meningkatkan prestasi madrasah di tingkat nasional. Program penguatan prestasi tersebut menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama dalam meningkatkan kualitas pendidikan madrasah sehingga memberikan dampak positif bagi peserta didik dan masyarakat.