Kepulauan Seribu (Humas MTsN 26 Kepulauan Seribu) — MTsN 26 Kepulauan Seribu terus memperkuat komitmennya dalam membangun budaya peduli lingkungan melalui implementasi Program Adiwiyata berbasis Ekoteologi. Upaya tersebut diwujudkan melalui penataan taman sekolah, pengembangan hidroponik, serta konservasi mangrove sebagai bagian dari pendidikan karakter berbasis kepedulian ekologis dan spiritual. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat (8/5/2026).
Program tersebut tidak hanya berfokus pada penghijauan lingkungan madrasah, tetapi juga diarahkan untuk menanamkan kesadaran kepada peserta didik bahwa menjaga alam merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan nilai keagamaan. Melalui pendekatan Ekoteologi, siswa diajak memahami hubungan harmonis antara manusia, lingkungan, dan Sang Pencipta.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah revitalisasi taman sekolah sebagai ruang terbuka hijau yang nyaman dan edukatif. Area taman dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran luar kelas yang mendukung suasana belajar lebih asri, sehat, dan religius bagi seluruh warga madrasah.
Selain itu, MTsN 26 Kepulauan Seribu juga mengembangkan sistem hidroponik sebagai media pembelajaran pertanian modern di lahan terbatas. Program ini tidak hanya mengenalkan teknologi budidaya tanaman kepada siswa, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya ketahanan pangan dan pola hidup ramah lingkungan.
Sebagai madrasah yang berada di wilayah pesisir, konservasi mangrove turut menjadi fokus utama dalam program Ekoteologi. Penanaman dan perawatan mangrove dilakukan secara berkala sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian ekosistem laut sekaligus upaya mencegah abrasi di wilayah Kepulauan Seribu.
Kepala MTsN 26 Kepulauan Seribu menyampaikan bahwa implementasi Ekoteologi merupakan bagian dari pendidikan karakter yang menekankan pentingnya kesalehan ekologis di kalangan peserta didik.
“Kami ingin siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Menjaga kebersihan, merawat tanaman, hingga melestarikan mangrove merupakan bentuk nyata tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi,” ujarnya.
Menurutnya, pendidikan lingkungan yang dipadukan dengan nilai-nilai spiritual diharapkan mampu membentuk generasi yang sadar akan pentingnya menjaga keseimbangan alam di tengah tantangan perubahan iklim global.
Melalui konsistensi pelaksanaan Program Adiwiyata berbasis Ekoteologi ini, Kamad MTsN 26 Kepulauan Seribu berharap dapat menjadi pionir madrasah hijau di wilayah Kepulauan Seribu. Selain menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan nyaman, program tersebut juga menjadi langkah nyata dalam membangun generasi madrasah yang peduli lingkungan, religius, dan berwawasan masa depan.