Berita

MTsN 26 Kepulauan Seribu Lestarikan Tradisi Tadarling di Bulan Ramadan

Senin, 2 Maret 2026
Dibaca 555 kali
blog

Kepulauan Seribu, Pulau Tidung (Humas MTsN 26 Kepulauan Seribu) — MTsN 26 Kepulauan Seribu kembali menggelar tradisi Tadarus Keliling atau “Tadarling” sebagai bagian dari rangkaian kegiatan bulan suci Ramadan. Tradisi ini telah berlangsung lebih dari enam tahun dan menjadi salah satu upaya penguatan spiritual siswa sekaligus pelestarian nilai-nilai Islam di madrasah.

 

Kepala MTsN 26 Kepulauan Seribu, Maliyatun, mengatakan bahwa tradisi Tadarling sempat terhenti selama pandemi Covid-19 karena pembatasan kegiatan yang mengumpulkan banyak orang. “Namun setelah pandemi mereda, Tadarling kembali digelar secara rutin setiap Ramadan,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).

 

Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Mari’ah, menjelaskan bahwa Tadarling merupakan kegiatan mengirimkan perwakilan siswa untuk mengikuti tadarus di masjid atau musala sesuai jadwal yang ditetapkan. “Kegiatan dimulai pada malam ke-6 Ramadan dan berakhir pada malam ke-20 Ramadan, dengan siswa bergantian mengisi musala atau masjid,” jelasnya.

 

Menurut Mari’ah, tradisi ini memiliki peran penting dalam kaderisasi pemuda Islam di MTsN 26 Kepulauan Seribu. Di era digital saat ini, kegiatan seperti Tadarling dinilai mampu menyeimbangkan pengaruh gadget yang dapat merusak akhlak generasi muda.

 

“Kegiatan ini juga menjadi ajang silaturrahmi siswa sekaligus sarana syiar Islam. Kami berharap kegiatan ini menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an serta membentuk karakter Islami yang kuat bagi para generasi penerus,” tambahnya.

 

Maliyatun mengapresiasi dukungan masyarakat sekitar yang memungkinkan tradisi Tadarling terus dilestarikan. Ia menekankan pentingnya keterlibatan lingkungan dalam menjaga kelangsungan nilai-nilai positif yang dibawa kegiatan ini.

 

“Semoga melalui Tadarling, siswa menjadi kader Islami yang mampu mengamalkan ajaran Islam, diawali dari membaca dan memahami Al-Qur’an. Kami juga berharap kegiatan ini dapat menginspirasi masyarakat sekitar dan terus menjadi tradisi yang membangun spiritualitas generasi muda,” pungkasnya.

 

  • Tags:  

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor